FAMILY

September, Bulan Kesadaran Kanker Anak Sedunia

Yatin Suleha
Senin 20 September 2021 / 14:48
Jakarta: Bulan September merupakan Bulan Kesadaran Kanker Anak Sedunia atau Childhood Cancer Awareness Month.

Dalam data yang dipaparkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, kanker menjadi penyebab kematian ketiga terbanyak di Indonesia setelah jantung dan stroke.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dr. Cut Putri Arianie, M.H.Kes dalam laman tersebut mengatakan bahwa terdapat beberapa faktor risiko kanker yakni usia, jenis kelamin atau keturunan, dan ras atau etnik di beberapa negara.

Dalam khususnya kanker anak, Kemenkes mencatat terdapat enam jenis kanker yang sering menyerang anak-anak. Kanker tersebut antara lain:

1. Leukemia (2,8 per 100.000)
2. Retinoblastoma (2,4 per 100.000)
3. Osteosarkoma (0,97 per 100.000)
4. Limfoma maligna (0,75 per 100.000)
5. Karsinoma nasofaring (0,43 per 100.000)
6. Neuroblastoma (10,5 per 1.000.000)

Menurut dr. Cut pada awal tahun 2020 silam, leukimia masih tinggi terjadi pada anak-anak, secara awam kita mengenalnya dengan kanker darah.



(Rerie, sapaan akrab Lestari Moerdijat mengajak masyarakat untuk membangun kesadaran dan kepedualian pada kanker anak. Foto: Dok. Instagram resmi Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat/@lestarimoerdijat)


Dalam laman resmi media sosial Lestari Moerdijat, Wakil Ketua MPR RI periode 2019-2024 memaparkan bahwa September adalah bulan kanker anak. 

Childhood Cancer International memperingatinya dengan berbagai kegiatan bertujuan untuk membangun kesadaran dan kepedulian pada penderita kanker anak, penyintas kanker anak, termasuk melakukan pencegahan kanker anak.
 

Light Up Hope, Light Up Gold, Let's turn the world gold


"Emas adalah warna kekuatan, keberanian dan ketangguhan. Simbol cahaya emas menyala sebagai harapan, niat, usaha dan komitmen bersama untuk memeluk anak-anak yang sejatinya adalah masa depan dunia," tulis Rerie, sapaan akrab Lestari.

"Pita Emas yang menyala di Denpasar 12, adalah lambang harapan, sekaligus ajakan bagi kita semua untuk membangun kesadaran dan menjaga anak-anak dari kanker," pungkas anggota Majelis Tinggi Partai NasDem tersebut.
(TIN)