FAMILY

Tren Perceraian Meningkat selama Pandemi Covid-19

Raka Lestari
Jumat 26 November 2021 / 13:13
Jakarta: Perceraian menjadi permasalahan yang akan selalu ada di masyarakat, sekalipun pada masa pandemi covid-19 seperti sekarang. Angka perceraian di Indonesia selalu meningkat setiap tahunnya. Dan masalah perceraian ini bisa terjadi karena adanya berbagai faktor.

“Memang betul sekali, masa pandemi ini tidak menurunkan angka perceraian. Ternyata memang, pada kondisi sekarang pun penyebabnya masih sangat beragam,” ujar Dra. Adityana Kasandravati Putranto, Psikolog, sekaligus Humas Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia, dalam acara virtual press conference jelang Kongres Nasional IV IPK.

Menurut Kasandra, percerian ini juga banyak dipengaruhi karena adanya faktor ekonomi. Seperti tuntutan ekonomi, ketidakcocokan, dan sekarang karena WFH juga bisa menjadi penyebabnya.

"Bahkan terkadang karena terlalu fokus pada layar laptop, pasangan jadi tidak diperhatikan, ini juga bisa jadi penyebab perceraian,” ujar Kasandra.

“Dampak perceraian yang utamanya juga terjadi pada anak. Bagaimana dampak perceraian pada anak inilah yang harus sangat diperhatikan. Orang tua bisa saja mengajukan cerai, tetapi kan tidak ada bekas anak sehingga anak-anak ini seringkali menjadi korban,” tutur Kasandra.

Ia menambahkan, saat ini ada fenomena menarik, di mana pada 10 tahun terakhir perceraian juga diikuti dengan adanya kasus pidana. Seperti masalah kekerasan, penggelapan uang, dan lain-lainnya. Banyak kasus perceraian terpicu tidak hanya masalah ekonomi tetapi juga psikososial.

"Lalu apakah ada kaitannya dengan stres karena adanya pembelajaran secara daring? Iya, karena terkadang kan ibu harus mengurus anak. Kemudian kalau gadget anak bermasalah, ini seringkali juga bisa menjadi masalah dalam pernikahan,” tutup Kasandra.
(FIR)