FAMILY

Panduan Pemeriksaan Bumil di Masa Pandemi

Raka Lestari
Kamis 08 Oktober 2020 / 20:49
Jakarta: Pemenuhan nutrisi yang dibutuhkan selama kehamilan memang hal yang penting. Akan tetapi, pemeriksaan kandungan atau antenatal care juga tetap harus diperhatikan. Dan sebaiknya pemeriksaan tersebut dilakukan secara rutin dan sesuai jadwal yang sudah ditentukan.

Jangan takut atau khawatir berlebihan, karena Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) menyarankan hal ini tetap penting dilakukan selama masa kehamilan.

“Antenatal care merupakan pemeriksaan kehamilan yang dilakukan oleh dokter atau bidan untuk optimalkan kesehatan mental dan fisik dari ibu hamil,” ujar dr. Yassin Yanuar Mohammad, M.Sc, Sp. OG-KFER, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Konsultan Fertilitas, Endokrin, dan Reproduksi di RS Pondok Indah – Pondok Indah.

Menurut dr.Yassin, pemeriksaan antenatal care ini penting sekali pada 1000 hari pertama kehidupan. 

“Fase ini disebut sebagai periode emas karena pada masa ini terjadi perumbuhan otak yang sangat pesat,” ujar dr. Yassin dalam Webinar Media Discussion “Antenatal Care pada Masa New Normal, Apa yang Harus Diperhatikan?” Rabu, 7 Oktober 2020 lalu.
 

Pentingnya 1000 hari pertama kehidupan



“1000 hari pertama kehidupan sangat penting karena kekurangan gizi di periode ini akan mengakibatkan kerusakan atau terhambatnya pertumbuhan yang tidak dapat diperbaiki di masa kehidupan selanjutnya,” tambah dr. Yassin.

Menurut dr. Yassin tujuan melakukan antenatal care adalah untuk mendapatkan Positive Pregnancy Experience. “Ibu yang tidak mendapatkan asuhan antenatal memiliki risiko lebih tinggi mengalami kematian maternal, stillbirth, dan komplikasi kehamilan lainnya,” ujarnya.

“Asuhan antenatal rutin bermanfaat untuk mendeteksi komplikasi ada kehamilan seperti anemia, preeklamsia , diabetes mellitus gestasional, infeksi saluran kemih asimtomatik, dan pertumbuhan janin terhambat,” jelas dr. Yassin.

Dan pada masa pandemi seperti saat ini, pemeriksaan antenatal care tentunya mengalami perubahan. Akan tetapi, Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) memberikan beberapa panduan sebagai berikut:

1. Ibu hamil disarankan untuk melanjutkan asuhan antenatal rutin meskipun terdapat beberapa modifikasi, kecuali ibu hamil yang memerlukan isolasi mandiri karena dicurigai atau sudah terkonfirmasi covid-19

2. Modifikasi layananan untuk pencegahan transmisi

3. WHO mengeluarkan rekomendasi terbaru ibu hamil risiko rendah minimal mendapatkan asuhan antenatal delapan kali

4. Perubahan layanan diperlukan untuk mengurangi frekuensi ibu hamil keluar rumah untuk mendapatkan pelayanan kesehatan

5. Konsultasi dan pemeriksaan penunjang lain seperti USG dan laboratorium dilakukan pada waktu dan tempat yang sama atau melalui konsultasi virtual.
(TIN)