FAMILY

Mengenal Dispareunia atau Hubungan Intim Terasa Sakit, dan Gejalanya

A. Firdaus
Selasa 22 Maret 2022 / 11:15
Jakarta: Berhubungan intim menjadi momen yang spesial buat pasangan suami istri. Tapi ketika hubungan intim terasa sakit, kamu perlu waspada.

Melansir Bocah Indonesia, berhubungan intim terasa sakit dikenal dengan istilah Dispareunia. Biasanya dirasakan nyeri yang berulang-ulang pada area kelamin atau di dalam rongga panggul saat berhubungan intim.

Dispareunia dapat dialami oleh pria maupun wanita, meski keluhan ini lebih sering dirasakan oleh kaum hawa. Pada wanita, nyeri dapat dirasakan di vulva, yakni area sekitar lubang vagina. Nyeri juga bisa dirasakan di dalam liang vagina atau di bagian perut bawah.

Sementara pada pria, nyeri akibat dispareunia biasanya dirasakan di penis, testis, perut, dan kadang-kadang rektum (bagian atas anus).

Dispareunia dibagi menjadi dua macam berdasarkan waktu timbulnya. Yaitu Dispareunia primer, yakni nyeri pada area kelamin dirasakan sejak pertama kali berhubungan intim. Sedangkan ada juga Dispareunia sekunder, yakni nyeri pada area kelamin muncul kemudian. Sebelumnya, hubungan intim bebas dari rasa nyeri.
 

Gejala dispareunia


Nyeri pada dispareunia memiliki ciri sebagai berikut:

- Nyeri dirasakan hanya pada saat mulai penetrasi (entry pain)

- Nyeri dengan setiap penetrasi, termasuk saat menggunakan tampon vagina.

- Nyeri saat penetrasi dalam dengan dorongan (thrusting).
 
- Nyeri seperti sensasi terbakar, gatal, atau pegal.

- Nyeri berdenyut, yang berlangsung berjam-jam setelah berhubungan intim.

- Nyeri seperti ditusuk-tusuk, mirip dengan kram perut saat haid.

Dispareunia juga bisa hanya muncul dengan pasangan seksual atau keadaan tertentu.
(FIR)