FAMILY

Bayi Mini dari Singapura yang Berhasil Bertahan Hidup

Raka Lestari
Rabu 28 Oktober 2020 / 06:00
Jakarta: Seorang bayi yang lahir hanya dengan berat 345 gr atau seukuran kaleng minuman ringan berhasil bertahan.

Si kecil lahir sekitar 7 bulan lalu di Singapura dan sekarang sudah mencapai berat 4,27 kg. Bayi tersebut lahir dalam usia kandungan 23 minggu dari pasangan Rohani Mustani dan Muhammad Saufi Yusoff.

Padahal kehamilan yang ideal harusnya sekitar 37 - 40 minggu. Dilansir dari The Straits Times, Dr Krishnamoorthy Nidujavem konsultan senior di Departemen Neonatal di National University Hospital (NUH) Singapura mengatakan bahwa sebenarnya sangat jarang bayi lahir pada usia 24 minggu kehamilan.

“Hanya satu dari 10 bayi di Singapura lahir pada usia kehamilan 24 - 37 minggu. Dan 1 dari 100 bayi yang lahir memiliki berat badan di bawah 1.500 gr. Dengan berat badan tersebut, bayi harus dirawat di ruang perawatan intensif. Bayi-bayi tersebut biasanya lahir sebelum usia 32 minggu,” kata Dr Nidujave.

Ia juga menambahkan bahwa sekitar satu dari lima bayi yang lahir prematur disebabkan karena pre-eklampsia. Semakin muda usia bayi ketika dilahirkan, semakin banyak juga komplikasi kesehatan yang mungkin dialami bayi.


bayi mini singapura
(Rohani Mustani dan Muhammad Saufi Yusoff tampak menggendong si kecil Nur Zaiya Naziha Muhammad Saufi, yang sudah semakin sehat dan bertumbuh kembang dengan baik. Foto: Dok. Ng Sor Luan/Straitstimes.com)


Dr Vijal Baral, konsultan senior di departemen neonatal and developmental medicine di Singapore General Hospital (SGH) mengatakan bahwa lebih dari 85 bayi dilahirkan pada usia kandungan 26 minggu atau kurang di SGH selama kurun waktu 5 tahun ke belakang.

“Merawat bayi yang kahir dalam kondisi prematur memang cukup menantang tetapi dengan adanya kemajuan di bidang pengetahuan medis dan teknologi, selama satu dekade ini, hasilnya menunjukkan perkembangan yang lebih baik,” ujar Dr Baral. 

Ia juga menambahkan bahwa tingkat kemampuan bertahan hidup dari para bayi yang lahir di Singapura tidak kalah dari negara-negara lainnya.

Saat ini, bayi terkecil di dunia saat dilahirkan yang mampu bertahan hidup adalah seorang bayi perempuan yang diberi panggilan “Saybie”. 

Bayi tersebut lahir pada Desember tahun 2018 lalu di San Diego, Amerika Serikat dengan usia kehamilan 23 minggu lebih 3 hari saat dilahirkan dan dengan berat badan hanya 245 gram pada saat dilahirkan.

(TIN)