FAMILY

Mulai Dari Kurang Tidur hingga Nilai Menurun, Intip 5 Tanda Anak Dibully

Sandra Odilifia
Selasa 06 April 2021 / 10:07
Jakarta: Saat anak-anak tumbuh, mereka mulai berinteraksi dengan teman sebaya dan saling berteman. Namun sayangnya, mereka juga bisa dirundung dan diintimidasi, baik di kelas prasekolah atau lebih tinggi.

Bullying atau penindasan mengacu pada perilaku agresif, disengaja, dan kejam. Baik secara fisik, verbal, emosional, rasis, atau seksual. Bahkan akhir-akhir ini, kasus bullying di dunia maya juga sedang meningkat.

Bagi kamu yang memiliki anak, tentu khawatir jika hal mengerikan ini menerpa buah hatimu, bukan? Maka itu, dukungan dan perhatian merupakan dua hal yang sangat penting untuk menghindari adanya tindakan bullying.

Tidak lupa, penting juga untukmu mengenali tanda-tanda bullying. Sebab anak-anak yang di-bully mungkin tidak langsung meminta bantuan. Melansir E Times, berikut tanda-tandanya:
 

1. Anakmu kurang tidur


Anak-anak yang diintimidasi dapat berubah menjadi kurang tidur dan sering mengalami mimpi buruk. Mereka juga mungkin kesulitan mengelola kebersihan pribadi. Jika anakmu terlihat lelah dan tidak bisa tidur seperti biasanya, periksalah.
 

2. Pulang dengan luka atau memar


Jika anakmu menunjukkan tanda-tanda kesakitan atau cedera fisik, hal itu harus segera diperiksa. Luka, memar, dan pakaian robek adalah tanda dari bullying di lingkungannya. Selain itu, bullying untuk anak yang lebih besar, juga dapat berubah menjadi tindakan melukai diri sendiri dan pelecehan.
 

3. Perubahan perilaku, kepribadian


Jika kamu mengamati perubahan perilaku anak yang tidak biasa, cobalah untuk mengajaknya bicara. Anak-anak yang ditindas mungkin sering menarik diri dari interaksi, waktu bermain, enggan berada di dekat teman, mereka mungkin juga merasa sulit untuk berbicara dan memilih diam.
 

4. Tidak fokus dan nilai akademisnya menurun


Penindasan dapat mempersulit anak untuk berkonsentrasi secara akademis. Hilangnya minat yang tiba-tiba di sekolah, nilai yang buruk atau menurun cukup menjadi alasanmu untuk khawatir.
 

5. Mengeluh sakit, seperti sakit kepala atau sakit perut


Jika seorang anak diganggu, dia secara alami mengalami banyak tekanan atau stres. Stres dan kecemasan dapat memengaruhi tubuh dan menyebabkan rasa sakit, juga dapat menjadi alasan mereka untuk tidak pergi ke sekolah.
(FIR)