FAMILY

5 Tanda Ibu Hamil dan Menyusui Perlu Membatalkan Puasa

Kumara Anggita
Jumat 30 April 2021 / 13:05
Jakarta: Ibu hamil dan menyusui boleh tetap menjalankan kewajibannya untuk berpuasa. Namun, ini tidak bisa dilakukan sembarangan. Ada hal-hal yang perlu diperhatikan.

Ibu hamil dan menyusui perlu untuk memastikan fisik dalam kedaan sehat. Selain itu mereka juga sudah berkonsultasi dengan bidan atau dokter.

Menurut dr. Allan Taufik Rivai, Sp.OG, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan RSUI, kunci lainnya adalah pemenuhan aktivitas fisik dan juga menjaga aktivitas harian.

“Pada prinsipnya, seorang ibu hamil ataupun menyusui tetap dapat menjalankan ibadah puasa. Hal yang penting ialah mengoptimalkan asupan makanan dan minuman selama sahur dan berbuka, melakukan penyesuaian aktivitas, serta mewaspadai tanda bahaya yang dapat terjadi,” ungkap dr. Allan dikutip dari RSUI.

“Terakhir, jangan ragu untuk bertanya dan berkonsultasi denagn dokter selama menjalankan ibadah Puasa,” tambahnya.

Pastikan ibu hamil dan menyusui tidak memaksakan diri. Untuk itu harus berhenti berpuasa ketika sudah melihat beberapa tanda berikut:
 

1. Dehidrasi


Dehidrasi ditandai dengan merasa sangat haus. Selain itu boleh berhenti berpuasa jika urine berwarna kuning tua atau gelap.
 

2. Lemas


Beberapa tanda yang dianggap meresahkan untuk ibu hamil melanjutkan puasa adalah ketika merasa sangat lemas, pusing, mual, muntah, nyeri kepala, dan demam.
 

3. Gerakan janin


Ibu hamil harus segera membatalkan puasa jika gerakan janin terasa sangat berkurang.
 

4. Mulas


Selain gerakan janin yang berkurang, ibu hamil juga harus menghentikan puasa mereka jika merasa mulas atau kencang di perut bagian bawah.
 

5. Berat badan


Bagi ibu hamil atau ibu menyusui mengalami kenaikan berat badan yang tidak sesuai target atau bahkan penurunan berat badan, bisa membatalkan puasa mereka.

Semoga para ibu tidak perlu merasakan lima hal di atas ya. Dengan seperti itu, ibu tidak perlu batal dan puasa juga terasa nyaman.
(FIR)