FAMILY

Peran Perpustakaan Harus Ditingkatkan

K. Yudha Wirakusuma
Kamis 08 Oktober 2020 / 18:27
Jakarta: Buku menjadi salah satu komponen penting untuk meningkatkan kegemaran anak membaca. Akses untuk mendapatkan buku bacaan pun harus dapat dijangkau dengan mudah.

Dengan membaca, kemampuan literasi pada anak pun akan semakin baik. Pengembangan literasi sudah seharusnya dilakukan kepada anak sedini mungkin dan keluarga menjadi faktor penentu dalam pengembangan literasi. 

Selain itu, peranan perpustaan pun harus ditingkatkan, tak terkecuali yang di daerah. “Saya yakin pemerintah kota Semarang berkomitmen untuk mengembangkan dan mengelola perpustakaan dengan baik. Bahkan bisa menjadikan perpustakaan sebagai kebanggaan warganya,” kata Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpustakaan nasional (Perpusnas) Deni Kurniadi saat mendampingi kunjungan kerja Komisi X ke kota Semarang, Kamis, 8 Oktober 2020.

Kunjungan kerja komisi X  kali ini dilakukan dengan dua metode yaitu secara langsung dan via daring. Meskipun demikian tidak mengurangi esensi kegiatan tersebut.kunjungan kerja ke semarang ini di pimpin Wakli ketua komisi X DPR RI Agustina Wilujeng Pramestuti.

Deni menambahkan, selama ini Perpusnas sudah memberikan bantuan untuk pengembangan perpustakaan di Kota semarang. Mulai dari bantuan perpustakaan komunitas, perpustakaan desa  hingga pemberian mobil perpustakaan keliling.

Deni berharap Pemerintah daerah Kota Semarang  berkomitmen untuk mengelola dan merawat. Agar bisa lebih bermanfaat bagi masyarakat.

Rombongan kunker juga  melihat langsung perpustakaan warga yang belum lama ini meraih penghargaan internasional.

Seperti diketahui pada bulan Agustus 2020 ini, Perpustakaan warga  Microlibrary Warak Kayu  di Kota semarang memenangi  penghargaan internasional yaitu Popular Choice Award dari Architizer A+ Awards 2020 untuk kategori perpustakaan.  

Microlibrary Warak Kayu berdiri di Taman Kasmaran, Semarang, dengan desain seperti rumah panggung. Konsep desain itu dipilih agar ruang bawah dari perpustakaan warga pertama yang menggunakan kayu di Semarang itu bisa dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan multifungsi.  
Poin plus dari perpustakaan ini adalah lokasinya yang terletak di pusat kota, tepatnya di Taman Kasmaran. 

Microlibrary adalah inisiasi SHAU (Suryawinata Haizelman Architecture Urbanism) Indonesia yang berkolaborasi dengan berbagai stakeholder seperti pemerintah, CSR, foundation, dan komunitas.

Melihat  komitmen yang luar biasa dari pemkot Semarang dan warganya,  Perpusnas akan memberikan bantuan penambahan bantuan koleksi buku di tempat tersebut.  “ tahun depan kita tambahkan koleksi buku di perpustaaan ini ya,” Tutup Deni,
(YDH)