FAMILY

Panduan Mengajarkan Anak Terapkan Self-care

Kumara Anggita
Senin 23 November 2020 / 16:05
Jakarta: Perlu diketahui bahwa self-care bukanlah suatu tindakan yang egois. Cara ini justru bagus untuk kesehatan fisik maupun mental seseorang, sehingga self-care sendiri perlu diajarkan sejak dini.

Rininta Meyftanoria, M.Psi, Psikolog selaku Psikolog Klinis Anak menjelaskan bahwa, self-care ini penting karena terkait dengan kesehatan mental. Dengan ini, kita dapat mengatasi stres, kekhawatiran, dan membantu mengendalikan kemarahan.

“Apabila kita punya sehat fisik dan mental, maka kita punya energi untuk merawat orang lain,” ujar Rininta dalam Rompi di Aplikasi Orami Parenting dengan tema Pentingnya Self-Care terhadap Anak.
 

Orang tua perlu menjadi contoh


Agar anak bisa memahami ini sehingga tak menganggap bahwa self-care adalah tindakan yang egois, orang tua harus berperan aktif. Dimulai dari orang tua yang melakukan self-care terlebih dahulu.

"Prinsip flight oxygen mask dalam penerbangan berlaku dalam mengajarkan anak self-care, yaitu dengan mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari, secara rutin dan konsisten, bukan dengan teori,” ujar Rininta.

Ketika orang tua menerapkannya, anak kemudian akan mengikuti. Ketika anak melihat orang tuanya rutin berolahraga dalam seminggu, misalkan berenang, maka ia pun akan terbiasa untuk berenang setiap minggu untuk menjaga kebugaran dan kesehatan tubuhnya.
 

Dibutuhkan latihan dan bimbingan dari orang tua


Selain itu, anak juga perlu latihan dan bimbingan dari orang tua. Dengan ini, anak jadi terbiasa dan bisa mengembangan perawatan dirinya sendiri.

“Sebagai contoh, di usia dua tahun anak perlu diajarkan untuk toilet training, karena secara fisik organ-organ bladder control-nya sudah matang dan berfungsi dengan baik sehingga anak dianggap sudah bisa mengontrol air urin yang akan keluar,” ujar Rininta.

“Anak mulai sounding untuk lepas popok dan hanya dipakaikan popok ketika di rumah saja dan mulai diajak beberapa jam sekali untuk mengeluarkan urinenya. Sehingga ia terlatih dengan kebiasaan tersebut. Lalu, mulai untuk diajarkan lepas popok ketika berada di luar rumah dan diajak ke toilet untuk mengeluarkan urin,” lanjutnya.
(FIR)