FAMILY

5 Dampak Negatif Sering Berkata Kasar pada Anak

Yuni Yuli Yanti
Selasa 15 Februari 2022 / 07:00
Jakarta: Sebagai orang tua, memang kita tak luput dari sebuah kesalahan. Termasuk dalam hal menahan emosi. Apalagi, jika anak melakukan tingkah laku yang salah atau kurang benar, rasanya sulit untuk menahan emosi ya Moms!

Sering kali kalau sudah emosi, tak sedikit dari orang tua yang berkata kasar. Duh, jangan sampai ini jadi kebiasaan lho! Pasalnya, jika anak sering mendengar perkataan kasar, ada banyak sekali dampak negatif yang akan dialami Si Buah Hati. 

Mengutip dari Instagram @smartparents.official, berikut lima akibat yang ditimbulkan jika orang tua kerap berkata kasar, di antaranya:

 

Anak sulit mengendalikan emosi

Anak yang sering dibentak akan kesulitan dan kurang bisa dalam mengendalikan emosinya sendiri. Anak pun cenderung jadi meledak-ledak seperti orang tuanya. 

Saat dewasa, ia akan mengikuti pola asuh dari orang tuanya yang suka membentak. Kalau sudah begini, kapan kebiasaan membentak anak di lingkungan keluarga bisa berakhir?

 

Menurunkan percaya diri

Membentak anak, terlebih di depan umum hanya akan menurunkan kepercayaan dirinya. Ini ditandai dengan sikapnya yang murung dan tidak berani melakukan sesuatu di depan umum karena takut salah. 

Tanpa sadar, jika anak sering mendengar perkataan kasar, ia akan tumbuh menjadi seseorang yang pemalu, gugup bahkan takut saat berada di lingkungan sosial. 

 

Anak jadi susah diatur

Tak jarang anak yang selalu mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari orang tuanya di rumah bisa menjadi pribadi pemberontak. Beberapa anak yang merasa tidak nyaman dengan perlakukan orang tuanya kemungkinan besar akan memilih berada jaub dari lingkungan rumah. 

Anak pun menjadi pribadi yang tidak akan pernah mengikuti aturan orang tuanya sendiri. Bahkan, ia tidak segan melakukan perbuatan ke arah negatif. 


(Membentak anak, terlebih di depan umum hanya akan menurunkan kepercayaan dirinya. Foto: Ilustrasi. Dok. Freepik.com)

 

Takut bereksplorasi

Sering berperilaku kasar dengan memarahi atau membentak justru akan membuat anak jadi monoton. Ia akan takut mencoba hal-hal baru dan bereksplorasi karena khawatir orang tua tidak mendukung dan cenderung menyalahkannya. 

Oleh karena itu, ia berupaya menjadi seorang yang normal-normal saja, tanpa adanya kemauan untuk mengeksplorasi diri lebih jauh. Padahal dengan mencoba hal baru dapat membuat anak mengetahui tentang banyak hal. 

 

Rentan memiliki gangguan mental

Banyaknya kejadian yang tidak menyenangkan yang terjadi di rumah bisa membuat anak merasa kurang nyaman. Misalnya, pertengkaran orang tua, terjadinya kekerasan fisik hingga saling membentak. 

Anak yang sering dibentak akan lebih rentan mengalami gangguan kejiwaan. Kata-kata orang tua dengan nada tinggi bisa membuatnya merasa kaget hingga mengalami depresi. 

Yuk sebisa mungkin, kita sebagai orang tua dan juga orang dewasa, lebih bisa untuk mengontrol dan mengatur emosi kita sendiri ya. Jangan sampai karena kita tidak piawai mengelola emosi sendiri, malah anak yang jadi korban!  
(yyy)