FAMILY

7 Cara Mengenalkan Makanan Baru pada Si Kecil

Kumara Anggita
Jumat 19 Februari 2021 / 09:29
Jakarta: Mengenalkan rasa baru makanan pada si kecil bukanlah hal yang mudah. Banyak ibu yang menjadi frustasi dengan keadaan anak yang sulit sekali makan. Sehingga, tak jarang ibu pun akhirnya memperbolehkan semua keinginan anak termasuk saat ia hanya mau mengonsumsi makanan yang itu-itu saja.

Menurut dr. Hery Dharmawan, Sp.A, anak menolak makanan baru adalah hal yang normal. Namun, ibu bisa mengakalinya dengan beberapa cara di bawah ini!

 

1. Bersabar


dr. Hery mengungkapkan bahwa orang tua harus tetap bersabar selama beberapa hari sambil terus mencoba memberikan makanan baru tersebut hingga si kecil terbiasa. “Mom bisa menawarkan menu makanan baru yang tidak disukai berulang kali hingga 10 sampai 15 kali percobaan,” ujarnya dalam Rompi di Aplikasi Orami Parenting. 

“Pengenalan menu atau bahan baru dalam MPASi selama 3-5 hari untuk melihat apakah ada potensi alergi. Namun, rekomendasi ini bukan berarti menu tunggal. Ini karena penyebab alergi umumnya protein, perkenalkan protein baru dalam waktu 3-5 hari dan amati reaksinya pada tubuh. Makanan sumber karbohidrat lemak dan sayur buah jarang menimbulkan alergi,” lanjutnya. 

 

2. Mulai dengan makanan lembek dan tingkatkan secara bertahap

Dibutuhkan waktu untuk membuat si kecil terbiasa dengan setiap rasa dan tekstur makanan baru. Biasanya setiap bayi memiliki preferensi makanan yang berbeda-beda. Namun, secara umum bisa memulai masa-masa transisi dengan makanan lumat konsistensi halus atau saring yang encer pada tahap perkenalan dan kemudian dikentalkan secara bertahap.

“Setelah itu tekstur makanan bisa dinaikkan secara bertahap. Setelah bubur saring, dapat dinaikkan menjadi bubur kasar tidak disaring, finger food, makanan lunak dengan lauk cincang, dan terakhir makanan keluarga,” ujarnya. 

 

3. Makan bersama 

Makan bersama menurut dr. Hery bisa meningkatkan nafsu makan dan jumlah makanan baru yang dimakan si kecil. “Mom juga dapat memberi contoh dengan mengonsumsi makanan baru tersebut di depan si kecil, dan ekspresikan bahwa mom menikmati makanan baru itu. Biasanya si kecil akan menjadi lebih semangat untuk mecoba makanan baru tersebut,” jelasnya. 

 

(Kamu bisa menangkap sinyal dikala si kecil sudah lapar atau merasa kenyang untuk mengenalkan rasa baru makanan. Foto: Ilustrasi. Dok. Freepik.com)

 

4. Jangan paksa si kecil

Memaksa anak makan juga tidak memberikan efek baik. Dorong anak sedikit demi sedikit sampai ia memang mau makan.

“Alih-alih memaksa si kecil untuk makan, mom bisa menyuapi dengan makanan kesukaannya dahulu kemudian mengkombinasikannya dengan makanan yang mom tahu memang disukainya dalam porsi kecil terlebih dahulu kemudian ditingkatkan secara bertahap,” saran dr. Hery.  

 

5. Perhatikan tanda lapar dan kenyang pada si kecil

Dalam memperkenalkan menu MPASI baru pada si kecil, tidak ada porsi khusus yang menjadi standar. Kamu bisa menangkap sinyal dikala si kecil sudah lapar atau merasa kenyang seperti jika ia lapar atau ingin makan maka ia akan membuka mulut ketika disuapi makanan, menggengam makanan dan coba memasukannya ke mulut. Sementara ketika si kecil sudah kenyang, ia akan menutup mulut saat disuapi, membuang muka ketika akan disuapi. 

 

6. Buat jadwal makan

Jangan lupa untuk membuat jadwal makan yang teratur dan memperhatikan kebersihan dalam mengolah, menyiapkan dalam memberikan MPASI-nya.

 

7. Hindari distraksi

Sebisa mungkin menghindari distraktor seperti main gadget, nonton, dan lain-lain selama makan.

(yyy)