FAMILY

Tips Kembangkan Imajinasi dan Kreativitas Anak

A. Firdaus
Selasa 30 Maret 2021 / 20:38
Jakarta: Kreativitas dan daya imajinasi anak harus dikembangkan sejak dini. Pasalnya, kreativitas merupakan salah satu pondasi agar anak mampu menyelesaikan masalah dan mempelajari hal baru.

Berkat imajinasi, anak mampu mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya. Karena itulah, orang tua juga harus kreatif untuk mengembangkan imajinasi dan kreativitas anak-anaknya.

Berikut tips mengembangkan imajinasi dan kreativitas anak:
 

1. Bebaskan anak berimajinasi


Anak berusia 3-13 tahun dibekali rasa ingin tahu yang tinggi. Sebagai orang tua, kita harus membiarkan mereka melakukan eksplorasi terhadap dunia di sekitarnya, sambil memberi tahu mana yang bahaya mana dan tidak.

Misalnya ketika anak penasaran melihat kosmetik yang orang tuanya pakai. Ibu harus mengajarkan bahwa kosmetik milik ibu mengandung bahan kimia yang berbahaya untuk kulit anak.

Apalagi, kulit anak jauh lebih sensitif dan bisa menyebabkan iritasi. Namun, agar ibu bisa lebih tenang dan membiarkan anak perempuan bisa bereksplorasi dengan makeup seperti Amara Cosmetics for Kids, karena bahannya sangat aman untuk anak dan sudah terdaftar di BPOM.
 

2. Membelikan mainan unik


Salah satu cara melatih imajinasi anak adalah dengan memberikan mainan-mainan dengan bentuk yang unik. Beri anak kesempatan untuk memilih mainan yang anak sukai.

Salah satu mainan unik yang bisa ibu berikan untuk si kecil adalah Amara Fantasy Mirror. Bentuknya yang unik dilengkapi dengan Cermin Magical membuat Amara Fantasy Mirror dapat menarik perhatian si kecil.
 

3. Bermain dan ajarkan anak lebih komunikatif


Bermain juga bisa mejadi salah satu cara melatih kreativitas anak. Mencampurkan berbagai warna dan kombinasi warna dapat melatih jiwa seni anak.

Contohnya dengan bermain kutek bersama anak, selain bisa melatih jiwa seni anak, anak bisa belajar banyak warna juga. Namun pemilihan kutek untuk anak harus diperhatikan juga.

Selain bahan kimia yang terkandung dalam kutek, ketika dibersihkan harus pakai aseton dan itu merupakan bahan kimia yang berbahaya untuk anak.
 

4. Hindari kata "Salah"


Usahakan untuk tidak berkata 'salah' terhadap imajinasi anak. Terkadang reaksi dan imajinasi anak dengan usia sebayanya tidak selalu sama. Misalnya ketika anak menggambar mobil dengan roda segitiga. Ibu bisa berkata, "Menarik sekali. Kira-kira mobilnya bisa jalan tidak jika rodanya berbentuk seperti itu?".

Dari sini ibu juga bisa mengetahui ternyata imajinasi anak itu sangatlah luas, sehingga harus mendukung tumbuh kembang anak dengan cara yang halus. Supaya anak bisa lebih eksplorasi dengan imajinasi yang dia punya.
(FIR)