FAMILY

Inspirasi Resolusi Tahun Baru untuk Mendukung Pertumbuhan Anak

Raka Lestari
Sabtu 09 Januari 2021 / 12:05
Jakarta: Tahun baru tentunya menjadi momen yang pas untuk mempelajari hal baru dan membuat resolusi baru. Tak hanya untuk diri sendiri, orang tua juga bisa menjadikan momen ini untuk menentukan resolusi yang tepat untuk mendukung tumbuh kembang si kecil.   

Untuk itu, berikut ini adalah beberapa rekomendasi bagi orang tua dalam menentukan resolusi tahun baru demi mendukung pertumbuhan anak:
 

1. Perhatikan nutrisi untuk pencernaan anak


Menurut Ahli Gizi Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes, untuk mencapai pertumbuhan yang menyeluruh, orang tua dapat mulai memperhatikan nutrisi untuk pencernaan anak.  Salah satu nutrisi untuk pencernaan sehat yang dapat dikonsumsi anak adalah prebiotik atau makanan bagi bakteri baik.

"Sebagai contoh, prebiotik dapat ditemukan pada sayur, buah, atau susu pertumbuhan untuk anak di atas satu tahun yang diperkaya dengan prebiotik,” jelas Rita.
 

2. Perhatikan perkembangan sosial-emosional anak


Dokter Spesialis Anak dan Konsultan Tumbuh Kembang Anak Bernie Endyarni Medise menjelaskan perkembangan emosi adalah bagaimana anak bisa berinteraksi, mengungkapkan emosinya, memperlihatkan emosinya, mengerti emosi orang lain.

"Perkembangan emosi dipengaruhi beberapa faktor, salah satunya adalah genetik tetapi hanya mewakili sekitar 30 persen. Kemudian yang penting itu adalah faktor nutrisi dan lingkungan," terang Bernie.
 

3. Latih kemampuan motorik kasar dan halus pada anak


Psikolog Nadya Pramesrani menyebutkan bahwa, selain bermanfaat untuk anak, kegiatan dalam meningkatkan kemampuan motorik kasar dan halus dapat menjadi momen untuk mempererat hubungan antara anak dengan orang tua.

“Dengan memberikan stimulasi bagi anak, biasanya stimulasi pada aspek-aspek lain seperti sosial emosional dan bahasa juga ikut terdorong,” kata Nadya.
 

4. Libatkan anak dalam membuat pilihan sehari-hari


Melibatkan anak-anak untuk membuat pilihan akan melatih mereka untuk memiliki kemampuan berpikir yang baik (happy brain) dan berani bertanggung jawab dengan pilihannya. Dari usia 2 tahun, orang tua dapat mulai melatih si kecil untuk membuat pilihan sendiri di kehidupan sehari-hari.

Psikolog Nadya Pramesrani mengatakan bahwa orang tua dapat mulai melatihnya dengan cara-cara sederhana. Seperti membiarkan anak untuk memilih makanan atau memilih baju yang ia kenakan.
(FIR)