FAMILY

8 Tanda Kamu dan Pasangan Membutuhkan Konseling Pernikahan

Yuni Yuli Yanti
Senin 15 Februari 2021 / 20:27
Jakarta: Setiap pasangan tentu berharap memiliki hubungan yang harmonis nyaris tanpa masalah. Namun nyatanya, masalah akan selalu ada baik itu kecil maupun besar. Idealnya pertengkaran bisa diselesaikan dengan baik bahkan bisa memperkuat hubungan. Akan tetapi, ada juga pertengkaran yang seolah tidak pernah usai, bahkan merusak keharmonisan hubungan yang terjalin.

Pada saat ini, kamu bisa menyelesaikannya sendiri dengan beberapa tips konseling pernikahan online atau menonton pertunjukan terapi pasangan. Tetapi di lain waktu, tidak ada salahnya jika kamu mencari bantuan dari seorang profesional.  

Berikut ini delapan tanda kamu dan pasangan sudah perlu konseling tentang keharmonisan hubungan, diantaranya: 

1. Komunikasi yang buruk dengan pasangan 

Komunikasi adalah dasar dari hubungan apapun, itulah mengapa ketika kamu kehilangannya, kamu berhenti mendengarkan atau didengarkan. Kamu dan pasangan mulai merasa sendirian dan memulai seluruh 'perlakuan diam', saat itulah perselisihan pun dimulai. 

2. Pertengkaran yang sama berulang kali 

Apakah pertengkaran ini tentang keuangan, masalah kepercayaan atau karena anak, jika kamu terus bertengkar yang sama berulang kali, itu pertanda jelas kamu harus pergi untuk konseling pasangan dan menangani masalah dengan cara yang sehat. 

3. Merasa jauh dari pasangan 

Jarak emosional adalah fenomena umum dalam suatu hubungan. Ini biasanya berkembang lambat, membuatnya sulit untuk diperhatikan sampai kamu tiba-tiba menjauh. Tumbuh terpisah bisa menjadi tanda kamu mungkin perlu masuk untuk konseling pasangan.

Ada banyak alasan mengapa penyimpangan emosional terjadi, beberapa mungkin ada hubungannya dengan pasangan atau justru pada diri kamu. Namun, yang paling penting  ketika ini terjadi adalah mencari terapi pasangan tepat waktu. 

4. Ketika kamu dan pasangan sedang menghadapi penyakit mental 

Jika kamu sudah menderita kecemasan, depresi, atau penyakit mental lainnya, membawa pasangan ke terapi bersama akan menjadi ide terbaik untuk menyelesaikan masalah. Saat pasangan menjadi lebih sadar tentang apa yang kamu alami, kamu akan mencapai pemahaman dan komunikasi yang lebih baik. 


(Jika kepercayaan sudah hilang apalagi rusak, maka hubungan yang akan dirugikan bahkan bisa jadi hancur. Foto: Ilustrasi. Dok. Pixabay.com)


5. Adanya trauma masa lalu yang muncul dalam hubungan 

Jika kamu atau pasangan telah dihadapkan pada contoh-contoh hubungan atau keintiman yang buruk, dan itu mulai menunjukkan ketidakamanan pada hubungan saat ini, maka konseling pasangan sebenarnya dapat membantu. 

6. Mempertimbangkan perceraian atau bertanya-tanya apakah kamu harus putus 

Kamu merasa hubungan telah mencapai titik terendah dan kamu tidak begitu yakin apakah putus atau bercerai adalah jawaban yang tepat. Dalam hati kamu terus bertanya-tanya apakah harus menyerah atau terus berusaha. Ini mungkin tanda atau alasan paling umum yang harus kamu ikuti untuk konseling pasangan.

7. Mengelola transisi dari pasangan ke orang tua 

Tidak ada yang mengubah hubungan antara dua pasangan ketika memiliki bayi dan menjadi orang tua baru. Berbagi cinta dan perhatian, kurang tidur, jumlah tanggung jawab yang tiba-tiba menumpuk dan daftarnya terus bertambah. Jadi mengikuti konseling pasangan benar-benar dapat membantu karena membicarakan hal-hal dengan seseorang yang profesional dengan menantang akan membuat transisi menjadi lebih lancar. 

8. Ketika berhadapan dengan perselingkuhan

Jika kepercayaan sudah hilang apalagi rusak, maka hubungan yang akan dirugikan bahkan bisa jadi hancur. Belajar untuk percaya lagi adalah proses yang lambat dan sulit. Nah, konseling dapat mendidik dan membantu pasangan dengan memahami proses untuk mendapatkan kembali kepercayaan. 
(yyy)