FAMILY

Apakah ASI Tetap Diberikan Jika Ibu Pasien Covid-19 Sedang Sakit?

Yatin Suleha
Rabu 25 November 2020 / 16:09
Jakarta: Sejak pandemi terjadi akhir tahun lalu, telah berdampak pada 200 lebih negara. Dan dunia masih berlomba dalam menekan virus SARS-CoV-2 penyebab covid-19 ini.

Dalam rentang waktu lebih dari 10 bulan ini hal yang juga membuat resah adalah informasi mengenai apakah para ibu yang sedang menyusui masih bisa tetap memberikan ASI-nya? Lalu bagaimana jika si ibu sedang sakit?

Dalam laman resmi WHO menyebutkan bahwa ibu dengan positif covid-19 masih bisa memberikan ASI-nya pada bayinya. "Tak ada alasan untuk berhenti menyusui ASI pada bayi," terang WHO.

Lebih jauh lagi WHO menyebutkan bahwa hingga saat ini WHO tidak menemukan bahwa transmisi aktif covid-19 yang bisa membuat infeksi berada dalam ASI.

Jadi, bahkan pada ibu yang positif covid-19 ASI tetap bisa diberikan tentunya ibu harus memakai masker serta tetap menjaga kebersihan tangan. Mencuci tangan sebelum memberikan ASI-nya.


cuci tangan
(Tetap lakukan protokol kesehatan 3M, salah satunya yaitu mencuci tangan dengan sabun sebelum menyusui si kecil. Foto: Unsplash.com)
 

Jika ibu sakit...


Dalam laman WHO mengenai covid-19 dan ASI disebutkan bahwa jika ibu pemberi ASI sedang sakit atau sedang mengalami komplikasi akibat covid-19, sang ibu harus tetap memberikan ASI dengan cara ASI Perah (ASIP) atau dengan meminta donor ASI dari ibu lain dengan jenis kelamin yang sama dengan sang anak.

"Jika ASIP atau donor ASI merupakan hal yang sangat sulit dan tidak bisa diberikan, ibu harus dapat menyediakan suru formula dengan sesuai kebutuhan untuk si kecil. Berikan secara aman dan berkelanjutan," terang WHO.

Jangan lupakan juga semua prosedur pemberian ASI atau susu pada si kecil harus dilakukan dengan menegakkan protokol kesehatan 3M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak dengan orang lain. Menjaga jarak selama atau setelah menyusui dengan orang lain 1,8 hingga 2 meter.

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 berulang kali menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mencegah penyebaran pandemi virus korona lewat disiplin protokol kesehatan. Disiplin memakai masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan atau 3M menjadi kunci memutus mata rantai penyebaran virus covid-19.

Pemerintah melalui #satgascovid19 tak bosan-bosannya mengampanyekan #ingatpesanibu. Jangan lupa selalu menerapkan 3M, yakni #pakaimasker, #jagajarak dan #jagajarakhindarikerumunan, serta #cucitangandan #cucitanganpakaisabun.
(TIN)