FAMILY

Pada Usia Berapa Anak Bisa Diberikan Es Krim?

Raka Lestari
Sabtu 23 Januari 2021 / 15:05
Jakarta: Es krim merupakan salah satu camilan yang paling disukai anak-anak. Rasanya yang manis dan memiliki warna yang beragam, membuat anak-anak tertarik untuk mengonsumsinya. Namun, beberapa orang tua mungkin bertanya-tanya kapan waktu yang tepat untuk memberikan es krim kepada anaknya?

“Sebetulnya usia 1 tahun pun sudah bisa diberikan asal anak tersebut tidak ada alergi dingin atau susu. Memang orang tua terkadang suka takut kasih es krim untuk anak-anak karena takut anaknya batuk atau pilek,”ujar dr. Attila Dewanti, Sp.A (K), dokter spesialis anak, dalam Konferensi Pers Virtual– Pentingnya Memilih Cemilan Baik untuk Tumbuh Kembang Anak.

Padahal sebenarnya, menurut dr. Attila, es krim tidak membuat anak menjadi batuk atau pilek. Yang menjadi pemicunya ada riwayat alergi seperti alergi susu atau dingin pada anak.

"Kalau kondisinya seperti itu, orang tua harus hati-hati. Sebab itu yang bisa membuat si kecil terpicu menjadi sakit batuk atau pilek. Es krim itu aman selama anak sehat dan tidak radang,” jelas dr. Attila.

“Untuk orang tua atau caretaker, jangan lupa juga untuk selalu mengecek kandungan makanan dan camilan. Harus dilihat, camilan yang baik itu kalori dan kandungan gula garamnya tidak terlalu tinggi dan masih sesuai angka kecukupan gizi (AKG). Sebaiknya juga dalam memilih camilan harus yang mengandung vitamin dan mineral,” kata dr. Attila.

Menurut dr. Attila, pemilihan camilan yang baik sangat penting dan perlu diperhatikan oleh orang tua. Jika tidak memilih camilan dengan baik, dampaknya bisa merugikan anak.

“Dampaknya sangat banyak, contohnya camilan yang mengandung gula tinggi kalau dikonsumsi anak-anak, maka bisa membuat mereka jadi cepat mengantuk,” ujar dr. Attila.

“Kalau terus menerus mengonsumsi makanan manis, tentu akan bisa menyebabkan obesitas dalam jangka panjang. Obesitas itu bisa menjadi darah tinggi, kolesterol tinggi, atau bahkan diabetes pada anak. camilan lain yang kurang baik adalah yang mengandung garam atau perisa yang terlalu tinggi,” jelas dr. Attila.

Camilan yang tinggi garam dan perisa bisa mengakibatkan anak menjadi lebih adiktif terhadap makanan tersebut. Selain itu lebih pemilih dalam mengonsumsi makanan sehat.

“Biasakan mengemil sehat karena akan membentuk pola makan anak yang lebih baik juga,” tutup dr. Attila.
(FIR)