FAMILY

3 Fase Stimulasi Sentuhan Ibu dan Manfaatnya untuk si Kecil

Sandra Odilifia
Jumat 11 Desember 2020 / 18:05
Jakarta: Stimulasi sentuhan ibu sangat bagus bagi tumbuh kembang otak anak. Hasilnya juga lebih baik jika stimulasi dilakukan lebih dini dengan jangka waktu yang lebih lama secara intensif.

Melalui webinar Nivea bertajuk #SentuhanIbu, dokter spesialis syaraf anak, dr. Herbowo Soetomenggolo SpA (K) menjelaskan terdapat tiga fase stimulasi sentuhan yang harus dilakukan ibu kepada anak. Yakni saat di dalam kandungan, saat melahirkan, dan setelah melahirkan.

Berikut tiga fase stimulasi sentuhan ibu, yang dapat kamu terapkan untuk tumbuh kembang otak anak kamu:
 

1. Prinsip stimulasi sentuhan pada masa kehamilan:


- Lakukan pada saat bayi sudah bangun

"Jangan saat bayinya belum gerak atau belum ada respons apa-apa sudah langsung digerak-gerakkin, seakan-akan dibangunkan, itu enggak boleh," ujar Dr. Herbowo.

- Gunakan satu teknik stimulasi (tidak dianjurkan beragam)

"Ternyata dengan berganti teknik dalam satu waktu justru kurang baik. Jadi sebaiknya lakukan satu teknik kemudian istirahat, lalu baru lanjutkan lagi dengan teknik lain," jelasnya.

- Lakukan secara berulang

"Lakukan secara berulang minimal dua kali per minggu."
 

2. Prinsip stimulasi sentuhan saat bayi lahir:


- Inisiasi menyusu dini

Inisiasi menyusu dini sangat penting untuk tumbuh kembang bayi. Caranya, meletakkan bayi di dada, biarkan bayinya mengarah ke puting ibu. Proses skin to skin selama inisiasi menyusu dini dapat merangsang pelepasan hormon oksitosin.
 

3. Prinsip stimulasi sentuhan pada bayi sesudah lahir


- Memeluk atau mengayun

- Facilitated tucking (kaki dan tangan ditekuk)

- Pijat bayi

- Skin to skin

- Metode bayi kangguru
 

Manfaat sentuhan pada kulit bayi:


1. Membantu melatih memori dan perkembangan amigdala (bagian otak yang mengatur emosi, memori dan aktifasi saraf simpatis).

2. Mengintegrasikan otak kecil dan otak area prefrontal.

3. Kenaikan berat badan lebih baik.

4. Perawatan saat lahir lebih pendek.

5. Tidur lebih baik.

6. Level stres dan kecemasan berkurang.

7. Imun meningkat.

8. Peningkatan kemampuan sosial dan bicara.
(FIR)