FAMILY

11 November Jadi Hari Jomblo Dunia, Ini Sejarahnya

Sri Yanti Nainggolan
Kamis 11 November 2021 / 13:37
Jakarta: Tanggal 11 November dijadikan sebagai Hari Jomblo Dunia. Ada alasan simbolis dibalik pemilihan tanggal ini. 

Dilansir dari Investopedia, Hari Jomblo jatuh pada 11 November karena tanggal 11/11 mewakili empat orang, atau empat lajang, berdiri bersama. Nama itu secara harfiah diterjemahkan sebagai "liburan tongkat tunggal."

Sejarah nama Hari Jomblo

Awalnya, momen ini disebut Hari Sarjana (Bachelor's Day) karena perayaan itu dimulai di kalangan mahasiswa di Universitas Nanjing, Tiongkok, sekitar 1993 sebagai Hari Antivalentine. 

Menurut satu teori, peringatan itu dimulai ketika empat mahasiswa laki-laki lajang dari asrama Mingcaowuzhu, Universitas Nanjing, mendiskusikan bagaimana mereka bisa melepaskan diri dari kesendirian karena tidak memiliki pasangan. 

Hari Jomblo diperingati tiap 11 November. Foto: Freepik
Hari Jomblo diperingati tiap 11 November. Foto: Freepik

Mereka setuju bahwa 11 November akan menjadi perayaan untuk menghormati menjadi lajang. Kegiatan-kegiatan ini menyebar ke seluruh universitas dan akhirnya ke universitas-universitas lain. Pemikiran ini menarik, baik laki-laki maupun perempuan, oleh karena itu namanya berubah.

Ironi Hari Jomblo di Tiongkok

Ironisnya, Hari Jomblo sekarang menjadi kesempatan bagi para lajang untuk bertemu, mengadakan pesta dan pertemuan sosial lainnya. Bahkan, 11 November menjadi tanggal populer untuk pernikahan. 

Baca: Manfaat Menjomblo, Bisa Menjadi Pasangan yang Lebih Baik di Masa Depan

Pada tanggal tersebut, media China membahas dan meliput isu-isu yang berhubungan dengan cinta dan topik hubungan.

Hari Jomblo makin populer

Hari Jomblo kini telah populer di negara lain. Sekarang, perayaan tiap 11 November itu dirayakan di seluruh Asia Tenggara dan di beberapa negara Eropa, termasuk Jerman, Belgia, dan Inggris. 
(SYN)