FAMILY

5 Cara Ibu Mengelola Emosi saat Mengurus Anak

Raka Lestari
Kamis 29 April 2021 / 12:10
Jakarta: Peran ibu sangat banyak sekali dalam mengurus rumah tangga. Apalagi jika ibu juga merangkap sebagai wanita karier. Semakin banyak kegiatan, maka semakin banyak pula sumber-sumber emosi negatif bagi para ibu.

"Emosi kan kadang up and down. Kadang-kadang emosi negatif karena mood kita lagi berubah-ubah aja atau kadang emosi negatif karena tidak ada me-time," ujar Roslina Verauli S.Psi., M.Psi., seorang psikolog.

Untuk itu Vera dan juga Dr.Vivid F. Anggraini, Praktisi Pendidikan dan Komunikasi, memberikan cara bagaimana ibu bisa mengatur emosi saat menghadapi anak selama pandemi covid-19 ini:
 

1. Support system


Menurut Vera, cara pertama yang bisa dilakukan adalah memiliki support system, misalnya suami bisa membantu pekerjaan para ibu. Contohnya bergantian menjaga anak-anak saat weekend.
 

2. Family time


Lalu cara yang kedua adalah ibu harus punya waktu untuk family time. Cara ini membuat para ibu memiliki waktu untuk me-recharge energi dan pikiran.

"Pada saat family time kita melihat bahwa anak-anak kita happy kayanya seneng gitu kan." ujar Vera.
 

3. Mengapresiasi diri


Yang terakhir menurut Vera adalah dengan mengapresiasi diri sebagai Ibu. Apprasial ternyata bisa juga dalam bentuk feedback.

"Kita bisa menanyakan kepada suami dan anak ibu seperti apakah kita? Dengan melakukan feedback tersebut, seseorang menjadi bisa mengetahui apa kelebihan dan kekurangan mereka sebagai ibu dan bisa menjadi ibu yang lebih baik lagi kedepanny,” jelas Vera.
 

4. Terapi


Pada masa pandemi seperti sekarang, tidak jarang orang tua terutama ibu merasa kewalahan dalam mengurus anak-anaknya. Selama mendampingi anak, orang tua pun harus belajar.

"Secara rendah hati, orang tua mau untuk menjadi lebih baik, mau improve dengan teknologi dan keadaan,” ujar dr. Vivid.

Menurut Vivid, selain mengelola emosi anak orang tua juga perlu mengelola emosi dirinya sendiri. Ada banyak terapi atau latihan yang bisa dilakukan.

"Misalnya, dengan melakukan latihan napas selama 10 detik, bicara pada diri sendiri dengan sugesti yang baik,” terang dr. Vivid.
 

5. Melakukan kegiatan lain



Dr. Vivid juga mengatakan bahwa stres pada dasarnya merupakan hal yang diperbolehkan.  Asalkan selama orang tua bisa memiliki manajemen stres yang baik.

“Cari cara untuk manajemen stres yang baik. Misalnya ada yang suka merilis stres dengan memasak, menyetir mobil, mendengarkan musik, menulis diary. Lakukan saja hal-hal yang bisa mengurangi stres tersebut,” tutup dr. Vivid. 
(FIR)