FAMILY

Diagnosis dan Cara Mengobati Dispareunia

A. Firdaus
Selasa 22 Maret 2022 / 13:14
Jakarta: Dispareunia adalah istilah untuk nyeri berulang pada area kelamin atau di dalam rongga panggul saat berhubungan intim. Kondisi ini dapat dialami pria maupun wanita, akan tetapi jauh lebih banyak dialami oleh wanita. Penyebabnya beragam, dan seringkali dapat diatasi dengan pengobatan yang tepat.

Melansir Bocah Indonesia, untuk mendiagnosis dispareunia, umumnya diperlukan riwayat medis yang lengkap. Dokter akan bertanya kapan nyeri mulai dirasakan, di mana, cirinya seperti apa, dan apakah itu terjadi pada setiap pasangan seksual dan berbagai posisi berhubungan intim. Dokter juga akan menanyakan riwayat seksual, riwayat operasi, dan riwayat bersalin.

Kemudian pemeriksaan rongga panggul. Selama pemeriksaan ini, dokter akan memeriksa tanda-tanda iritasi pada kulit, infeksi atau adanya kelainan anatomi. Dokter juga akan mencoba untuk melokalisasi nyeri dengan memberi tekanan lembut pada area kelamin dan otot-otot panggul.

Terakhir, pemeriksaan vagina (inspekulo) secara langsung. Bila diperlukan, hasil pemeriksaan awal akan dikonfirmasi melalui beberapa tes berikut:

- Ultrasonografi (USG) panggul.

- Pemeriksaan lendir vagina untuk menilai ada tidaknya infeksi pada vagina atau serviks.

- Tes urine untuk menilai ada tidaknya infeksi saluran kemih.

- Tes alergi.

 

Cara mengobati dispareunia


Pada wanita, pengobatan dispareunia mencakup:

- Pemberian antibiotik atau antijamur bila nyeri disebabkan oleh infeksi pada vagina atau kandung kemih.

-  Krim atau gel untuk melembapkan vagina, termasuk Lubrikan, yang digunakan selama berhubungan intim. Pelembap vagina, yang digunakan beberapa kali dalam seminggu. Krim khusus untuk mengatasi kekeringan pada vagina.

- Gel atau salep agar vagina mati rasa sebelum dan setelah berhubungan intim.

- Fisioterapi seperti latihan Kegel untuk melemaskan otot-otot sekitar vagina.

- Konseling. Ini dapat membantu bila nyeri dipicu oleh perasaan buruk tentang seks, hubungan pribadi, atau diri sendiri.

- Terapi perilaku kognitif (CBT) juga dapat membantu untuk mengubah pola pikir dan perilaku negatif.

- Operasi, bila nyeri disebabkan oleh penyakit tertentu, seperti endometriosis atau mioma rahim.


Sedangkan pada pria, pengobatan dispareunia mencakup:

- Obat-obatan untuk mengatasi infeksi dan kelainan kulit.

- Konseling.

Di samping itu, individu dan pasangan dapat mencoba cara-cara alami berikut untuk membantu mengurangi nyeri selama berhubungan intim:

- Mencoba posisi lain. Bila nyeri kerap dirasakan pada posisi missionary (pria di atas), bisa dicoba posisi woman on top. Pada posisi ini, wanita dapat mengendalikan kedalaman dan dorongan penetrasi yang dirasa nyaman.

- Bersikap terbuka dan berkomunikasi. Bicarakan apa yang terasa nyaman dan apa yang tidak.

- Jangan terburu-buru. Durasi foreplay yang lebih lama dapat menstimulasi keluarnya lubrikasi alami pada vagina. Nyeri dapat dikurangi dengan menunda penetrasi hingga wanita betul-betul telah terstimulasi.

- Gunakan lubrikan berbasis air.

- Berhubungan intim saat kedua pihak merasa rileks.

- Buang air kecil sebelum berhubungan intim.

- Mandi air hangat sebelum berhubungan intim.

- Kompres dingin area vulva untuk mengurangi rasa sakit dan sensasi terbakar setelah berhubungan intim.
(FIR)