FAMILY

Talasemia pada Anak Bisa Dideteksi Sejak dalam Kandungan

Kumara Anggita
Rabu 02 Juni 2021 / 06:30
Jakarta: Talasemia yang merupakan kelainan darah adalah penyakit yang berbahaya untuk anak. Dalam laman resmi Kemenkes disebutkan penyakit ini disebabkan karena berkurangnya atau tidak terbentuknya protein pembentuk hemoglobin utama manusia.

Hal ini menyebabkan eritrosit mudah pecah dan menyebabkan pasien menjadi pucat karena kekurangan darah (anemia). Dan tentunya deteksi dini bisa membantu mengurangi risiko-risiko yang tak diinginkan. 

Talasemia ini bisa dideteksi bahkan sejak anak di dalam kandungan. Dr. Bambang Sudarmanto, Sp.A (K), MARS, Dokter Spesialis Anak Konsultan Hematologi dari RS. Kariadi Semarang menyebutkan bahwa ini disebut dengan prenatal diagnosis.

“Talasemia ini sebenarnya supaya kita tahu, saya urutkan ya. Bisa diruntut dari silsilahnya. Ayah, ibu, kakek, neneknya. Setelah memahami dan ada salah satu diantaranya pembawa sifat. Apalagi kalau dua-duanya, deteksi bisa dilakukan secara dari dalam kandungan ibu, yang disebut dengan prenatal diagnosis,” jelasnya dalam virtual media briefing dengan tema "Hidup Berdamai dengan Thalassemia" oleh Kalbe.

Menurutnya deteksi bisa dilakukan di minggu ke-12. Bila orang tua tidak sempat melakukannya dan bayi sudah lahir, ada hal lain yang bisa diperhatikan. Menurut pemaparan Kalbe, ada beberapa gejala yang biasa dijumpai seperti:

1. Tampak pucat akibat penurunan kadar hemoglobin (Hb)
2. Terkadang terlihat kuning (ikterus) akibat pecahnya sel darah merah yang berat
3. Teraba benjolan pada perut saat memandikan anak

Pembesaran ini biasanya dijumpai pada organ limpa akibat kompensasi anemia kronik di mana limpa bekerja keras membantu tulang untuk membentuk sel darah merah

“Ketika bayi lahir dengan pembawa sifat alfa talassemia, anaknya pucat,” jelasnya. Jadi, periksalah anak untuk mengecek penyakit ini. Dokter akan melakukan tindakan yang dibutuhkan untuk mengatasi masalah-masalah yang akan muncul.

(TIN)