FAMILY

Ini Beberapa Penyebab Gairah Seks Wanita Menurun saat Menyusui

Raka Lestari
Sabtu 10 Juli 2021 / 19:05
Jakarta: Menyusui dapat menyebabkan berbagai perubahan, baik dalam tubuh maupun pikiran, selama periode postpartum. Banyak wanita yang menyusui mungkin menyadari bahwa mereka tidak memiliki dorongan seks saat menyusui.

Dan, perubahan gairah seks tersebut bisa menjadi perhatian bagi pasangan, yang berharap perubahan ke kondisi normal setelah proses kehamilan.

Gerria Coffee, konsultan laktasi dan postpartum, sekaligus doula, mengatakan kepada Romper bahwa ketika kadar hormon prolaktin dan oksitosin tinggi, yang diperlukan untuk produksi susu akan berdampak pada kadar estrogen dan testosteron ibu yang menyusui, sehingga menyebabkan gairah seks menurun.

Lebih lanjut, Allega Gast, ahli gizi ahli gizi terdaftar dan konsultan laktasi menjelaskan bahwa prolaktin menekan kadar estrogen, yang mengurangi gairah seks dan juga berkontribusi pada kekeringan vagina.

"Kadar estrogen yang lebih rendah menghasilkan aliran darah yang lebih rendah ke daerah vagina, yang mengurangi pelumasan dan dapat berkontribusi pada nyeri saat melakukan hubungan seksual," jelas Gast.

"Ketika wanita takut akan rasa sakit tersebut, kadar kortisol atau hormon stres mereka meningkat yang dapat menghambat hormon oksitosin (hormon cinta serta hormon pengeluaran ASI untuk menyusui), yang membuatnya lebih sulit untuk mengalami orgasme atau bahkan menikmati seks," lanjutnya.

Menurut Brandi Jordan, konsultan laktasi bersertifikat, selain perubahan hormon, ada penyebab sensori dan psikologis dari penurunan gairah seks, Menyusui bukanlah hal yang mudah, wanita menyusui melakukannya selama 24 jam penuh dan itu bisa menjadi hal yang berat.

"Jadi untuk sebagian wanita ketika orang lain menyentuhnya, bahkan pasangannya sekalipun dapat membuat mereka tidak nyaman," katanya.

"Kurang tidur dan kelelahan secara keseluruhan dapat memengaruhi keinginan wanita menyusui untuk berhubungan seks," kata Gast.

Ia juga menambahkan bahwa menyusui membutuhkan begitu banyak energi dan ketika bayi terus-menerus membutuhkan perhatian. Biasanya perhatian terhadap pasangan akan berkurang.

Penting juga untuk mengetahui bahwa gairah seks yang menurun selama menyusui merupakan hal yang umum terjadi. Berkomunikasi dengan pasangan dan mengambil langkah-langkah untuk mempelajari tubuh pascapersalinan sebagai orang tua yang menyusui, dapat membantu agar merasa lebih nyaman untuk kembali melakukan hubungan seksual.
(FIR)