FAMILY

Studi: Guru Berkualifikasi Tinggi Lebih Mungkin Buat Siswa Dapat Gelar Sarjana

Kumara Anggita
Selasa 14 September 2021 / 16:45
Jakarta: Guru memiliki peran penting pada masa depan akademik siswa. Penelitian menunjukkan bahwa guru berkualitas lebih mungkin membuat siswa nantinya mendapatkan gelar sarjana.

Dikutip dari Science Daily, seorang peneliti di University of Missouri telah menemukan bahwa siswa sekolah menengah yang diajar oleh serangkaian guru yang mengambil jurusan dalam mata pelajaran tertentu lebih mungkin membuat siswanya menjadi lulusan perguruan tinggi. 

Peneliti mengatakan bahwa sekolah dapat menggunakan pengetahuan baru ini untuk menemukan cara baru untuk meningkatkan jumlah guru yang berkualifikasi tinggi.

"Kinerja adalah ukuran kolektif dari sebuah sekolah," kata Se Woong Lee, asisten profesor di College of Education.

"Jika kita mengembangkan sistem di mana fokusnya adalah pada pengembangan siswa dan pembelajaran dari waktu ke waktu, maka kita membantu memberikan kesempatan yang sama kepada siswa di sekolah dan bersikap adil kepada guru pada saat yang sama,” lanjutnya.


sekolah
(Peneliti Se Woong Lee, asisten profesor di College of Education memaparkan bahwa guru yang berkualifikasi tinggi lebih mungkin untuk memperluas keinginan siswa untuk belajar dan berhasil serta mendapatkan pendidikan hingga lulus perguruan tinggi. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)


Melalui analisis kumpulan data longitudinal yang dikumpulkan dari lebih dari 6.000 siswa dan guru mereka secara nasional, Lee menemukan bahwa siswa yang diajar oleh guru yang mengambil jurusan matematika memiliki keberhasilan yang lebih baik dalam pencapaian matematika jangka pendek. 

Dalam jangka panjang, para siswa juga lebih mungkin untuk lulus dari perguruan tinggi. “Kualitas guru merupakan faktor paling berpengaruh yang menentukan keberhasilan siswa,” kata Lee.

"Jika siswa diajar oleh serangkaian guru yang kurang berkualitas dan berkinerja buruk, itu membatasi potensi akademik. Namun, guru yang berkualifikasi tinggi lebih mungkin untuk memperluas keinginan siswa untuk belajar dan berhasil,” paparnya.

Lee menyarankan agar sekolah dapat meningkatkan jumlah guru berkualifikasi tinggi mereka dengan mengubah proses perekrutan untuk secara khusus mencari guru dengan latar belakang atau spesialisasi dalam kursus yang akan mereka ajar. 

Misalnya, sekolah yang mencari guru sastra Inggris akan memprioritaskan pelamar yang mengambil jurusan bahasa Inggris di perguruan tinggi. 

“Selain itu, berbagi data siswa dan kinerja dari guru ke guru dapat bermanfaat bagi keberhasilan siswa dalam jangka panjang,” pungkas Lee.
(TIN)