FAMILY

Cara Melatih Anak untuk Aktif Berkomunikasi di Masa Pandemi

Raka Lestari
Jumat 19 Februari 2021 / 06:05
Jakarta: Pada masa pandemi covid-19 seperti sekarang, hampir seluruh anak-anak melakukan pembelajaran di rumah. Jika pada masa sebelum pandemi anak-anak bisa berinteraksi dan bersosialisasi di sekolah atau tempat bermain, pada masa pandemi anak-anak harus melakukannya di rumah saja. Sehingga melakukan interaksi sosial di rumah tentunya akan sangat berbeda.

"Sebetulnya, masih ada begitu banyak cara yang bisa dilakukan orang tua untuk bisa membuat aktif bersosialisasi. Salah satunya, orang tua bisa mengajak anak untuk mengobrol," ujar Psikolog Anak & Keluarga, Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si., Psi, pada acara peluncuran SGM Eksplor Pro-gress Maxx.

Menurut psikolog yang akrab disapa Nina tersebut, ketika orang tua mengajak anak untuk mengobrol, maka harus melakukannya dengann kontak mata. Jangan sampai ketika orang tua mengobrol dengan anak, mata mereka malah fokus ke handphone. Kalau berbicara sama anak, kita harus melakukan kontak mata secara langsung.

"Dengan mengajak anak untuk mengobrol, itu sudah bisa membantu anak untuk menstimulasi mereka agar bisa aktif berkomunkasi. Selain itu, dengan mengobrol juga bisa mendekatkan hubungan antara orang tua dengan si kecil. Jadi dia bisa merasa nyaman dan komunikasi antara anak dan orang tua juga bisa lebih baik lagi," ujar Nina.

Kemudian, cara lain yang bisa dilakukan orang tua agar anak tetap aktif berkomunikasi di masa pandemi adalah dengan mengajak anak bermain role play. Permainan ini seperti drama dengan menggunakan skenario apapun.

"Misalnya, orang tua bisa bermain tamu-tamuan dengan anak. Anak sebagai pemilik rumah dan orang tua sebagai tamunya. Orang tua bisa mengajari apa saja yang harus dilakukan oleh pemilik rumah ketika ada tamu yang datang," tambah Nina.

Dengan mengajarkan role play seperti itu, menurut Nina, anak bisa menjadi tahu jika mereka suatu saat menemukan situasi yang sama apa yang harus mereka lakukan. Meskipun di rumah saja, mengobrol dengan anak bisa menjadi bekal yang luar biasa.

"Sehingga nanti, ketika pandemi sudah usai dan anak kembali bertemu dengan teman-temannya diharapkan anak sudah mempunyai modal-modal dasar yang baik dan bisa lancar dalam berkomunikasi serta bersosialisasi," tutup Nina.
(FIR)