FAMILY

Cara Mengajarkan Self-care pada Batita

Kumara Anggita
Senin 23 November 2020 / 18:15
Jakarta: Self-care atau merawat diri adalah hal penting yang perlu dilakukan di segala umur. Ini termasuk untuk anak yang masih berusia satu sampai dua tahun atau batita. Namun bagaimana cara mengajari mereka yang masih anak-anak tentang self-care ini?

Psikolog Klinis Anak, Rininta Meyftanoria, M.Psi, Psikolog mengatakan self-care yang diajarkan pada anak satu sampai dua tahun itu masih sederhana. Mulailah dengan mengajarkan anak memvalidasi emosi.

“Mengajari self-care emosional untuk usia 17 bulan misalnya bisa dengan diajarkan memvalidasi emosinya terlebih dahulu saat ia mengekspresikan emosi," katanya dalam Rompi di Aplikasi Orami Parenting dengan tema Pentingnya Self-Care terhadap Anak.

"Sebagai contoh, saat anak sedih karena mainannya rusak, mom bisa dengan bilang ‘kamu sedih ya mainannya rusak, kita coba perbaiki yuk. Siapa tahu bisa diperbaiki?' Lalu peluk dan berikan ia waktu untuk menangis,” tambah Rininta.

Dalam keadaan netral, menurut Rininta, kamu bisa coba untuk mengajarkan anak dengan jenis-jenis emosi dasar seperti senang, sedih, marah, dan jijik lewat kartu emosi.

“Salah satu kartu emosi seperti yang dikeluarkan oleh Montessori. Mom bisa jelaskan juga ke anak ‘kalau sedang marah biasanya kamu merasa dadanya seperti panas ya. Itu artinya kamu sedang marah. Kalau marah boleh sayang, tapi ada aturannya ya tidak boleh menyakiti diri sendiri (seperti memukul, menjedot-jedotkan kepala sendiri), menyakiti orang lain atau merusak barang-barang di sekitarnya’,” ungkapnya.

Tentunya ini tak bisa dilakukan sekali. Rininta menganjurkan para orang tua untuk selalu konsisten agar anak paham dan terbiasa. Tak hanya itu, orang tua juga perlu menjadi role model. Ini artinya orang tua perlu untuk mengarahkan emosinya dengan tepat.

“Dan untuk melatih emosi anak juga, orang tua perlu menjadi role model ketika marah tidak menyakiti dirinya, dengan tidak membentak atau berkata kasar atau menyakiti perasaannya, atau memukul atau membanting barang karena anak usia 17 bulan biasanya sangat mudah meniru apa yang dilakukan atau diucapkan oleh orang tua,” pungkasnya.
(TIN)