FAMILY

Jadi Penyebab Kedua Perceraian, Ini Tips Mengatur Keuangan bagi Pasutri Muda

A. Firdaus
Jumat 20 Mei 2022 / 16:15
Jakarta: Perencanaan finansial rumah tangga yang tepat tentunya menjadi impian dari seluruh keluarga. Khususnya bagi keluarga muda yang baru membangun rumah tangga.

Merancang strategi perencanaan finansial secara matang akan sangat membantu pasangan dalam memastikan pengeluaran rumah tangga. Tentunya agar terkontrol dan tidak melebihi angka dari penghasilan.

Biaya-biaya yang muncul saat membangun rumah tangga seperti anggaran saat masa kehamilan dan melahirkan, dana pendidikan anak, anggaran untuk tempat tinggal, pembelian kendaraan, hingga dana investasi dan pensiun perlu menjadi perhatian bagi kedua pasangan.

Hal yang perlu diperhatikan bahwa berdasarkan data dari Mahkamah Agung yang dilansir dari berbagai sumber, segi ekonomi menjadi faktor nomor kedua dari penyebab perceraian di Indonesia pada 2020.

Lifepal.co.id sebagai salah satu insurance marketplace terdepan di Indonesia memberikan berbagai tips yang dapat diaplikasikan oleh pasangan muda dalam mengatur pengelolaan finansialnya. Berikut simak tips dari Benny Fajarai, Co-Founder dari Lifepal.co.id:
 

1. Jalin komunikasi dengan pasangan dalam merancang perencanaan keuangan


Ketika telah menikah, prioritas yang dimiliki oleh pasangan mudah sudah tentu berbeda dengan prioritas saat sebelum menikah. Pengeluaran yang tadinya dikeluarkan untuk diri sendiri, kini berganti untuk keluarga.

Sebagai pasangan yang baru menikah, penting untuk saling terbuka dan menjalin komunikasi secara baik mengenai semua jenis pengeluaran dan pendapatan finansial. Anggaran untuk kebutuhan keluarga dapat diperhitungkan dengan matang apabila telah berhasil terjalin komunikasi antar pasangan yang baik.
 

2. Prioritaskan anggaran untuk dana darurat


Salah satu faktor yang menyebabkan kegagalan finansial dalam keluarga adalah perencanaan yang kurang tepat. Seringkali anggaran untuk tabungan ataupun investasi dipergunakan untuk alokasi lain kebutuhan yang terdesak.

Oleh karena itu, mempersiapkan dana darurat dimana besaran alokasinya dapat didiskusikan bersama pasangan. Idealnya, dana darurat dapat berjumlah 3-6 kali lipat dari total penghasilan bersama dalam kurun waktu satu bulan.
 

3. Mulai biasakan investasi bersama


Mungkin ketika sebelum menikah, kamu dan pasangan telah melakukan berbagai investasi yang dilakukan sendiri-sendiri. Namun apabila sudah menikah, kalian dapat mempertimbangkan untuk melakukan sebuah investasi secara bersama.

Investasi yang telah digabung ini dapat bermanfaat untuk menambah dana tabungan pendidikan anak ataupun dana pensiun di hari kelak.
 

4. Pentingnya untuk catat pengeluaran dalam catatan khusus


Anggaran dalam pengeluaran keluarga akan sangat terbantu apabila kita mempersiapkan catatan khusus yang fungsinya memantau semua cash flow. Catatan khusus berisikan semua pengeluaran akan membantu memastikan perencanaan keuangan secara terukur dimana semua transaksi telah disesuaikan dengan alokasi budget yang ada, sehingga kamu dan pasangan nantinya dapat menghindari pengeluaran yang over dibandingkan dengan nilai pemasukan.
 

5. Persiapkan proteksi untuk keluarga


Anggaran dalam pengeluaran keluarga akan sangat terbantu apabila kita mempersiapkan catatan khusus yang fungsinya memantau semua cash flow. Catatan khusus berisikan semua pengeluaran akan membantu memastikan perencanaan keuangan secara terukur dimana semua transaksi telah disesuaikan dengan alokasi budget yang ada, sehingga kamu dan pasangan nantinya dapat menghindari pengeluaran yang over dibandingkan dengan nilai pemasukan.
(FIR)