FAMILY

Cara Mengatasi Anak Tantrum akibat Toilet Training

Kumara Anggita
Selasa 24 November 2020 / 10:19
Jakarta: Toilet training adalah suatu fase yang perlu dihadapi orang tua dan juga anak. Fase ini tidak mudah, mungkin akan timbul banyak drama termasuk tantrum.

Tapi jangan khawatir, kali ini para ibu punya beberapa cara mengatasinya, seperti yang disarankan Rininta Meyftanoria, M.Psi, Psikolog selaku Psikolog Klinis Anak berikut ini:
 

1. Tetap tenang


Kunci saat anak tantrum adalah tetap tenang. Sebab lama kelamaan anak akan terbawa suasana dengan ketenangan orang tua.

“Saya bisa merasakan bagaimana rasanya saat anak tantrum, pasti dalam hati ingin ikut-ikutan menjerit atau membentak juga ya," ujar Rininta.

Kalau anak sedang tantrum yang mesti diusahakan oleh orang tua adalah bersikap santai. Dalam artian, tenang dalam segala hal. Seperti intonasi yang biasa-biasa saja, begitu juga dengan ekspresi muka orang tua.

"Jadi mungkin kamu tidak marah tetapi ekspresi mukamu menunjukkan kesal dan anak merasakannya,” papar Rininta.
 

2. Ketahui penyebab tantrum anak


Selain itu orang tua juga perlu mengtahui mengapa anak tantrum. Bisa jadi ini terjadi karena anak merasa tertekan atas ekspektasi orang tua.

“Atau mungkin anak pernah mendengar secara tidak sengaja kalau kamu membicarakan tentang kesulitan ia melakukan toilet training. Jadi akhirnya si anak mengingatnya, sehingga setiap kali ia tidak berhasil untuk pipis di kamar mandi, ia merasa gagal dan timbullah tantrum,” terang Rininta.
 

3. Hilangkan ekspektasi agar tidak emosi


Untuk menghindari emosi, Rininta juga menganjurkan para orang tua untuk tidak berekspektasi. Dengan seperti itu, orang tua bisa lebih sabar menjalani prosesnya.

“Toilet training ini bisa menguras emosi sekali, jadi sebaiknya kamu tidak berekspektasi apapun saat melatih anak untuk pipis di WC. Ketika kita tidak punya ekspektasi, maka kita tidak merasa ada beban. Sebaliknya, jika kita berekspektasi tinggi, kita merasa terbebani. Sehingga anak juga merasa terbebani juga,” ungkapnya.
 

4. Manfaatkan buku cerita


Agar toilet training lebih mudah dipahami anak, orang tua juga bisa memanfaatkan buku cerita yang ada. Hal ini akan membuat anak merasa lebih santai dan menyerap informasi toilet training dengan lebih efektif.

“Untuk toilet training, lakukan secara bertahap ya. Kamu juga bisa mulai untuk mengenalkan toilet training kepada anak melalui buku-buku cerita yang berhubungan dengan toilet training. Sehingga ia punya gambaran tentang toilet training dan harus dilakukan secara menyenangkan,” jelas Rininta.
 

5. Buat anak senyaman mungkin


Terakhir, buatlah anak merasa nyaman sebisa mungkin saat belajar. Tugas orang tua adalah melihat faktor-faktor apa saja yang membuat anak merasa tidak nyaman dan berupaya menghindarinya.

“Saat toilet training berlangsung, kamu juga harus perhatikan apa-apa saja yang tidak menbuat dia nyaman. Coba untuk ubah hal-hal tersebut agar ia nyaman saat toilet training. Bisa juga sambil bernyanyi tentang toilet training agar anak nyaman,” pungkasnya.
(FIR)