FAMILY

Pentingnya Edukasi Lansia untuk Jaga Kesehatan di Tengah Masa Pandemi

Yatin Suleha
Kamis 04 Maret 2021 / 21:09
Jakarta: Kesehatan saat pandemi covid-19 ini menjadi concern semua orang termasuk juga para lansia. Para lansia jadi perhatian besar saat pandemi ini, hal ini karena lanjut usia menghadapi risiko yang signifikan terkena penyakit virus korona ini, apalagi jika mereka mengalami gangguan kesehatan seiring dengan penurunan kondisi fisiologi.

Dinukil dari laman resmi Kemenkes menyebutkan bahwa mengacu pada data WHO, lebih dari 95 persen kematian akibat virus korona terjadi pada penduduk usia lebih dari 60 tahun. Lebih dari 50 persen dari semua kematian melibatkan terjadi pada mereka yang berusia 80 tahun atau lebih. 

Dari laporan WHO dapat dilihat bahwa 8 dari 10 kematian terjadi pada individu dengan setidaknya satu komorbiditas, khususnya mereka dengan penyakit kardiovaskular, hipertensi dan diabetes, tetapi juga dengan berbagai kondisi kronis lainnya.

Dan salah satu hal untuk mendukung hal tersebut, PT Ajinomoto Indonesia bekerja sama dengan Lembaga Riset Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menggelar Webinar bertajuk "Edukasi Peran MSG dalam Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Lansia dan Strategi Penurunan Asupan Garam".

Hal ini untuk mendukung masyarakat Indonesia terutama lansia agar tetap sehat sekaligus mengetahui informasi mengenai MSG.
 
Dr. Johanes Chandrawinata, MND, SpGK, sebagai pakar diet dan gizi klinik sekaligus anggota IDI memaparkan bahwa saat diopname di rumah sakit, pasien lansia kurang bersemangat dalam menyantap makanannya, karena itu proses penyembuhannya menjadi semakin lama.

"Sebenarnya penggunaan MSG pada makanan di rumah sakit bisa menjadi solusi untuk mempercepat proses recovery pasien lansia yang diopname," ungkap dr. Johanes di acara webinar.

"Sudah banyak penelitian yang membuktikan hal tersebut, salah satunya dilakukan oleh Shigeru Yamamoto dkk, pada tahun 2009, dalam penelitian tersebut, bahwa pemberian MSG pada makanan yang dikonsumsi lansia membuat mereka lebih banyak memproduksi saliva, itu penting untuk mambantu proses mengunyah dan menelan pada lansia," tambah dr. Johanes lagi.

“Kemudian, penelitian tersebut juga membuktikan bahwa penambahan MSG pada makanan yang dikonsumsi lansia, membuat nafsu makan mereka meningkat. Kita sadar bahwa salah satu faktor utama penyebab malnutrisi pada lansia adalah turunnya nafsu makan dan juga masalah mengunyah serta menelan. Sehingga, peran MSG ini ternyata sangat baik,” lanjutnya.

Menambahkan penjelasan sebelumnya, menurut dr. Johanes, jika penambahan MSG pada makanan diberikan pada lansia yang sehat dan tidak diopname di rumah sakit, maka sistem imunnya akan terjaga karena nafsu makan mereka meningkat untuk makan makanan yang bergizi.
 

Diet rendah garam


“Melakukan diet rendah garam juga menjadi salah satu cara untuk mencegah munculnya penyakit degeneratif, dengan mencegah hal tersebut, peluang kita untuk menjaga sistem imun semakin tinggi. Sudah banyak penelitian tentang penurunan asupan natrium (garam)," papar dr. Johanes.

"Contoh, Halim dkk dalam penelitian terbaru tahun 2020, Journal of Food Science juga membuktikan peran MSG dalam menjaga rasa nikmat pada makanan walaupun kadar natriumnya dikurangi antara 30-60 persen. Dari penelitian tersebut, dapat kita simpulkan bahwa penurunan asupan garam dapat dicapai tanpa harus mengorbankan cita rasa makanan dengan penambahan MSG secukupnya,” ucap dr. Johanes.

Melalui webinar ini, PT Ajinomoto Indonesia berharap dapat mengedukasi para peserta tentang informasi gizi dengan fakta ilmiah.

“Acara webinar Ajinomoto Indonesia kali ini diperuntukkan bagi dokter, karena kami merasa perlu menyebarkan fakta yang benar dan informatif tentang Bumbu Umami yang akan mendukung masyarakat Indonesia tetap sehat, bahkan saat di situasi pandemi covid-19," ujar Katarina Larasati, Public Relations Manager - Ajinomoto Indonesia.

"Selain itu, kami berharap para dokter di seluruh Indonesia dapat menyebarkan fakta informatif dan fakta ilmiah tentang apa yang kami sampaikan hari ini kepada masyarakat luas,” pungkas Katarina.
(TIN)