FAMILY

Ciri-ciri Kamu Memiliki Good Girl Syndrome dan Cara Mengatasinya

Kumara Anggita
Jumat 04 Juni 2021 / 17:12
Jakarta: Beberapa perempuan berusaha keras untuk menyenangkan orang lain agar orang di sekitar menyukainya dan menilainya dengan positif. Namun, cara ini sesungguhnya merugikan dirinya sendiri, lantaran kesehatan mental bisa saja dikorbankan.

Dilansir dari Ibunda.id, ini disebut dengan good girl syndrome. Suatu kondisi mental seorang perempuan yang selalu takut untuk mengecewakan orang lain. Syndrome good girl akan membuat pelakunya terus memendam emosinya sendiri dan bergantung dengan kebahagiaan orang lain.

Perempuan menjadi tidak paham bahwa bahagia yang paling sejati datang dari diri sendiri. Karena menggantungkan rasa bahagianya pada orang lain, ia akan lelah dan stres karena terlalu banyak memikirkan orang lain.

Ada 7 ciri-ciri good girl syndrome yang perlu diketahui antara lain:

1. Takut membuat orang lain kesal.

2. Tidak berani dan yakin pada keputusan diri sendiri.

3. Perfeksionis dalam segala hal.

4. Bangga pada diri sendiri saat bisa membantu orang lain, tetapi merasa tidak berguna jika menolak permintaan orang lain.

5. Sulit mengatakan tidak dan mengungkapkan keinginan diri sendiri.

6. Menghindari konflik karena merasa tidak nyaman.

7. Cemas saat menghadapi perubahan yang tidak dapat diperkirakan.

Bila kamu merasa memiliki syndrome ini, untungnya ada hal yang bisa kamu ubah. Kuncinya adalah dengan memprioritaskan kebahagiaan sendiri. Berikut langkah yang bisa diikuti:
 

Hiduplah dengan tujuan dan pilihanmu sendiri


Coba renungkan, yang sedang kamu jalani saat ini itu adalah keinginan dirimu sendiri, atau jangan-jangan karena orang lain? Menjalani permintaan orang lain tidak akan ada habisnya, dan hanya menimbulkan perasaan kecewa yang nantinya kamu pendam sendiri lagi.
 

Berani mengungkapkan dengan jelas maksud dan tujuanmu kepada orang lain


Kalo kamu masih takut mengekspresikan emosimu, menyampaikan argumenmu, apalagi takut untuk sekadar bilang tidak, jangan harap orang lain akan menghargaimu ya! Kamu justru akan ‘disetir’ oleh ekspektasi mereka akan hal yang harus kamu lakukan demi membuat mereka bahagia.
 

Perlahan belajar jadi kuat, tapi bukan berarti kasar


Tidak lagi menjadi orang baik yang berlebihan bukan berarti kamu adalah orang yang kasar apalagi jahat. Bahkan, kalau ada yang menilai seperti itu, artinya orang tersebut adalah orang yang beracun. Asalkan kamu tetap sopan, perhatian, dan hormat dengan sewajarnya, berarti kamu adalah orang yang kuat bukan kasar.

Ketika kamu sudah berani menentukan tujuanmu, kamu akan membangun caranya dan berani mengungkapkannya kepada orang lain. Nantinya, kamu akan mulai menjadi dirimu sendiri dengan tetap menghargai orang lain.
(FIR)