FAMILY

Manfaat Mengajarkan Anak Belajar Menulis di Masa Pandemi

Raka Lestari
Rabu 21 Oktober 2020 / 13:49
Jakarta: Pada masa pandemi covid-19 seperti sekarang, anak-anak usia sekolah pada umumnya melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) untuk mencegah terjadinya penularan covid-19 di tempat-tempat umum seperti di sekolah. 

Kegiatan PJJ yang berkepanjangan ini dapat mengakibatkan munculnya masalah kesehatan mental anak dalam belajar, yang berpotensi dapat mengurangi perkembangan kemampuan berpikir kreatif.

Menurut Marcelina Melisa, M.Psi, Psikolog di masa pandemi ini, penting sekali untuk anak tidak terbuai dengan kemudahan digital yang ditawarkan dan tetap membudidayakan kegiatan menulis di buku tulis yang punya banyak manfaat untuk tumbuh kembang kompetensi anak.

“Menulis merupakan salah satu medium yang sangat efektif untuk membantu mengekspresikan pelajaran yang telah dipaparkan, melatih kreatifitas anak, meningkat kemampuan motorik halus dan tentunya juga mempermudah tuntutan sekolah selama PJJ untuk lebih memahami pelajaran dengan baik,” jelas Marcelina.

Menulis dengan tangan di atas buku tulis menciptakan lebih banyak aktivitas di bagian sensorimotor. Banyak indra diaktifkan dengan menekan pensil atau pulpen di atas kertas, melihat huruf yang ditulis, dan mendengar suara yang dibuat saat menulis.

Selain itu, keterampilan motorik halus sangat diperlukan bagi anak usia dini untuk kesiapan sekolah karena kemampuan mencengkram dan menggenggam digunakan ketika mereka menggunakan alat tulis. 

Keterampilan menulis membutuhkan penyusunan sejumlah sumber daya neuro-motorik, kognitif, dan linguistik untuk menyampaikan kembali kosakata yang mereka miliki dan menaruhnya di buku tulis.

“Selain keterampilan motorik, tulisan tangan mengaktifkan atensi dan memori. Ketika menulis per huruf dan memperkirakan jarak ke ujung baris pada buku tulis, konsentrasi kita meningkat secara signifikan," katanya.

"Pada saat yang sama, pemikiran spasial diaktifkan karena memikirkan gerakan kita beberapa langkah ke depan sehingga anak yang menulis tangan mempunyai pemahaman yang lebih mendalam,” tutup Marcelina.
(TIN)