FAMILY

Pentingnya Bumil Berolahraga

Raka Lestari
Sabtu 09 Oktober 2021 / 17:03
Jakarta: Olahraga merupakan aktivitas yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Namun, beberapa ibu hamil mungkin masih ada yang merasakan kekhawatiran jika ingin melakukan olahraga.

Apalagi jika usia kehamilannya sudah semakin membesar, di mana untuk bergerak pun mungkin akan mengalami kesulitan. Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan (Obstetri dan Ginekologi) di Rumah Sakit St. Carolus dr. Ivanna Theresa S, SpOG mengatakan, ibu hamil (Bumil) disarankan untuk berolahraga. Sebab memiliki banyak manfaat bagi si ibu dan juga calon buah hatinya.

Menurut dr. Ivana, olahraga boleh saja dilakukan oleh Bumil selama tidak memiliki keluhan tertentu yang membahayakan kesehatan walau serba tak nyaman. Bumil harus tetap bergerak dan melakukan aktivitas untuk menjaga kebugaran.

"Ada istilah kalau orang hamil tidak boleh menyapu tidak boleh ngapa-ngapain, itu salah. Karena orang hamil tidak sakit, jadi harus tetap beraktivitas. Jika tidak ada keluhan selama kehamilan, tidak ada alasan bagi ibu hamil untuk tidak olahraga," ujar dr. Ivanna Theresa S, SpOG.
 

Mengapa Bumil Harus berolahraga?


Menjalani proses kehamilan bukan halangan bagi ibu hamil untuk berolahraga. Seperti telah dijelaskan sebelumnya, olahraga baik untuk bumil khususnya sebagai persiapan menuju persalinan. Saat kebugaran tubuh terjaga, bumil akan merasa semakin sehat begitupun dengan calon jabang bayi yang ada di kandungannya.

Menurut dr. Ivanna, bumil disarankan untuk berolahraga setidaknya 45 menit sampai dengan 1 jam sehari, khususnya pada periode kehamilan di trimester kedua. Pada masa ini, kondisi mereka lebih memungkinkan untuk berolahraga, karena intensitas mual atau mabuknya berkurang.

"Berapa sih durasi ideal ibu hamil berolahraga? 45 menit sampai 1 jam sehari. Olahraganya apa? Sesuai dengan kemampuan ibu tersebut," ujar dr. Ivanna.

Menurut dr. Ivanna, selain memang memperbaiki sirkulasi, olahraga membuat jantung ibu terlatih. Sehingga dapat mendistribusikan asupan oksigen yang lebih baik untuk janin.

"Dan juga nanti meningkatkan stamina ibunya, jadi saat perutnya sudah semakin besar, bayinya makin besar, si ibu sudah lebih siap untuk persalinan," tutup dr. Ivanna.
(FIR)