FAMILY

Perpusnas Gunakan Pendekatan Perpustakaan Digital untuk Menjangkau Masyarakat

K. Yudha Wirakusuma
Rabu 08 September 2021 / 20:09
Jakarta: Membaca memiliki banyak manfaat, namun kebiasaan membaca tak dapat tumbuh dengan sendirinya. Faktor lingkungan khususnya keluarga menjadi salah satu faktor pendukungnya. Selain keluarga, peranan perpustakaan pun dibutuhkan untuk ketersediaan bahan bacaan.

"Tentu saja kami fokus meningkatkan peran perpustakaan umum di tingkat provinsi dan kabupaten/kota sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat untuk melaksanakan pembinaan di daerahnya masing-masing,” ungkap Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bando dalam Konferensi Kepala Perpustakaan Nasional Dunia (Conference of Directors of National Libraries/CDNL) yang diselenggarakan secara virtual pada Rabu, 8 September 2021.

Perpusnas fokus membina perpustakaan daerah di Indonesia, hal ini dilakukan sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan. Pembinaan perpustakaan dilakukan salah satunya melalui transfer dana dekonsentrasi ke perpustakaan provinsi di Indonesia. Hal ini merupakan upaya agar hubungan pembinaan antara pemerintah pusat, Perpusnas, dan perpustakaan umum provinsi di provinsi, berjalan dengan baik.

Dalam pertemuan tahunan tersebut, Syarif Bando mendapatkan kesempatan khusus mengenalkan Perpusnas di hadapan kepala perpustakaan nasional dari 37 negara. CDNL 2021 mengangkat tema Ketidakpastian: Bagaimana Perpustakaan Nasional Menghadapi Risiko dan Menggunakan Kesempatan. "Kami mengucapkan terima kasih atas kesempatannya untuk berbagi tentang konsep pengelolaan perpustakaan dan meraih peluang di tengah ketidakpastian," ujarnya.

Pada masa pandemi covid-19, Perpusnas menggunakan pendekatan perpustakaan digital untuk menjangkau masyarakat. Beberapa aplikasi digital telah disediakan untuk masyarakat, di antaranya iPusnas, Indonesia OneSearch, dan Khastara. "Ini menjadi kelebihan kami di Perpusnas, sebelum pandemi Covid-19 kami sudah memiliki aplikasi digital. Sehingga ketika peraturan pemerintah mewajibkan semua warganya untuk melakukan aktivitas di rumah, aplikasi digital ini bisa dimanfaatkan kapan dan di mana saja," jelasnya.

Sementara itu, Ketua CDNL Lily Knibbeler menyatakan ketidakpastian, baik kecil maupun besar, akan selalu menjadi bagian dari kehidupan manusia. Menurut Lily, banyak krisis yang dihadapi perpustakaan nasional. Tidak hanya pandemi penyakit menular, krisis yang dihadapi di antaranya gempa bumi, banjir, kebakaran, dan lainnya. “Jadi bagaimana kita sebagai kepala perpustakaan nasional, memimpin organisasi dalam ketidakpastian yang berkembang,” jelasnya.

Kepala Perpustakaan Nasional Australia (NLA) Marie-Louise Ayres mengungkapkan, institusi harus siap menghadapi hal yang tidak terduga. “Bagi Anda yang ingin mengubah cara pandang organisasi tentang risiko, itu butuh waktu. Ini bukan pekerjaan dalam hitungan bulan, tapi tahunan,” ulasnya.

Sementara itu, Kepala Perpustakaan Nasional Inggris (NLB) Roly Keating menyatakan pihaknya memiliki delapan risiko strategis berdasarkan kemungkinan dan akibat yang mungkin terjadi. Seluruh risiko diberi skor mulai dari 1—25, di mana NLB berupaya menekan risiko tersebut ke nilai yang lebih rendah. Setiap bagian dari NLB memiliki peran dalam penanganan risiko.

Menurutnya, pandemi covid-19 menguji sistem NLB. Ke depannya, sejumlah upaya dilakukan di antaranya membarui rencana pemulihan pascabencana dan cara bekerja yang hybrid, fleksibel, dan adaptif. Dalam jangka panjang, pihaknya akan membarui secara menyeluruh daftar risiko strategis dalam lingkup politik, ekonomi, sosial, teknologi, dan lingkungan.

“Tempat perpustakaan adalah di tengah masyarakat, sehari-hari kita berinteraksi secara langsung. Kemudian secara tiba-tiba kita berpindah secara online seperti ini. Menurut saya, itu merupakan salah satu kesamaan yang membawa kita dalam organisasi ini. Perpustakaan yang awalnya bekerja di tengah masyarakat secara onsite, menempatkan orang-orang di suatu tempat/gedung, namun sekarang berubah secara hybrid,” urainya.



Hi Sobat Medcom, terima kasih sudah menjadikan Medcom.id sebagai referensi terbaikmu. Kami ingin lebih mengenali kebutuhanmu. Bantu kami mengisi angket ini yuk https://tinyurl.com/MedcomSurvey2021 dan dapatkan saldo Go-Pay/OVO @Rp50 ribu untuk 20 pemberi masukan paling berkedan. Salam hangat.
(YDH)