FAMILY

Hindari Cara Kekerasan untuk Sampaikan Protokol Kesehatan pada Anak

Kumara Anggita
Senin 05 Oktober 2020 / 10:00
Jakarta: Masa pandemi covid-19 ini membuat kita harus menaati protokol kesehatan. Diantaranya memakai masker, mencuci tangan, serta menjaga jarak atau lebih dikenal dengan 3M. Dan ini mungkin tidak mudah dilakukan untuk mereka yang masih anak atau remaja.

Mereka akan meganggap kepedulian orang tua sebagai perintah. Kira-kira apakah ada cara untuk membuat anak mengerti situasi ini tanpa merasa diperintah orang tua?

Dr. Seto Mulyadi, M.Psi., Psikolog, Praktisi Keluarga dan Anak, Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) menjelaskan bahwa kuncinya adalah pemahaman dari orang tua. Ia meminta agar untuk menyampaikan hal ini, orang tua tidak boleh menggunakan cara kekerasan.

“Pada kesempatan ini, semua berada di rumah jadi pola pendidikan yang ada kekerasan, pemaksaan dan sebagainya itu harus diubah segera. Jadi yang penting anak betah di rumah, anak gembira, anak bahagia,” ungkapnya dalam Talkshow BNPB dengan Tema Mengajak Anak-anak Bergembira di Masa Pandemi.

Ia menekankan bahwa keluarga yang demokratis akan membantu anak untuk memahami situasi secara lebih terbuka.

“Harus dikembangkan pola yang lebih demokratis. Tidak ada pemaksaan, muncul ide kreatif melalui diskusi. Berbicara dari hati ke hati,” jelasnya.

“Dengan demikian kreatifitas (anak) akan berkembang dan kemudian dikaitkan dengan bagaimana menyadarkan bahaya covid-19 ini,” paparnya.

(TIN)