FAMILY

Penyebab Terjadinya Mastitis pada Ibu Menyusui

Raka Lestari
Rabu 26 Mei 2021 / 19:11
Jakarta: Mastitis merupakan kondisi yang umum dialami oleh para wanita yang sedang menyusui. Menurut ulasan yang terjadi pada 2003 dan dimuat dalam jurnal Disease in Childhood, hampir 33 persen ibu baru mengembangkan mastitis selama menyusui.

Penyebabnya berkisar dari kerusakan kulit atau puting susu hingga faktor genetik. Nutrisi yang buruk mungkin juga berperan.

Jika mengalami mastitis, payudara mungkin membengkak dan terasa lembut saat disentuh. Ibu menyusui mungkin juga mengalami sensasi terbakar, gejala mirip flu, dan kulit kemerahan.

Gejala ini dapat terjadi, meskipun kamu tidak sedang menyusui. Sebab mastitis dapat menyerang siapa saja, termasuk pria. Seringkali, ini karena saluran susu yang tersumbat atau infeksi bakteri.
 

Penyebab mastitis pada ibu menyusui


Mastitis pada ibu menyusui biasanya terjadi selama tiga bulan pertama setelah melahirkan, menurut sebuah artikel yang diterbitkan dalam jurnal Disease in Childhood (ADC). Penyebab umumnya adalah stasis ASI, suatu kondisi yang dapat menyebabkan penyumbatan pada saluran susu.

American Cancer Society mencatat bahwa, mastitis juga dapat terjadi ketika ibu tidak sepenuhnya mengeluarkan ASI dari setiap payudara. Kondisi ini dapat menyebabkan saluran susu tersumbat, yang merupakan faktor risiko mastitis.

Seperti dilansir Mayo Clinic, puting pecah-pecah juga dapat meningkatkan risiko mastitis. Wanita yang merokok, memiliki kebiasaan makan yang buruk, atau memakai bra ketat lebih mungkin mengembangkan kondisi ini. Hal yang sama berlaku untuk mereka yang terlalu stres atau sangat lelah.
 

Kamu bisa mengalaminya meskipun tidak menyusui


Menurut National Health Service (NHS), infeksi payudara dapat terjadi pada pria dan wanita dari segala usia. Mastitis non-laktasi seringkali disebabkan oleh merokok, tindik di puting, implan payudara, atau penyakit tertentu. Eksim dan diabetes, misalnya, dapat meningkatkan risiko mastitis pada wanita, terlepas dari status menyusui mereka. Kebiasaan tertentu, seperti mencabut rambut di puting susu, dapat menyebabkan infeksi juga.

Ibu dengan sistem kekebalan yang lemah lebih mungkin mengembangkan mastitis, seperti yang dilaporkan oleh Johns Hopkins Medicine. Seseorang mungkin juga berisiko jika pernah menjalani lumpektomi yang diikuti dengan terapi radiasi. Selain nyeri dan nyeri payudara, kamu mungkin mengalami demam dan sakit kepala.
(FIR)