FAMILY

3 Manfaat Menari bagi Si Kecil

Medcom
Minggu 06 Desember 2020 / 09:00
Jakarta: Stimulasi saraf dibutuhkan dalam perkembangan otak bayi. Hal ini berkembang dari saat pembuahan sampai anak berusia enam tahun.

Spesialis perkembangan anak dalam satu dekade penelitian telah menunjukkan bahwa lingkungan pertama anak dapat memberikan efek yang berlangsung pada seumur hidup si anak. 
 
Menurut pendidik khusus Hashmin Currimbhoy, tahap awal pembangunan anak sangat dipengaruhi oleh faktor genetik. Pengalaman seorang anak tidak hanya menentukan dari informasi yang masuk ke otak, tetapi juga memengaruhi bagaimana otak memproses informasi tersebut. 

Koneksi sel otak yang dilakukan berulang kali akan menjadi permanen, tetapi jika tidak dilakukan berulang kali, maka informasi tersebut akan hilang. 
 
"Setiap hari saya menyaksikan hubungan antara perkembangan motorik kasar bayi dan pembelajaran yang dihasilkan. Semakin banyak anak bergerak, semakin banyak informasi yang mereka kumpulkan dari sekitar lingkungan mereka dan diri mereka sendiri. Untuk perkembangan otak anak yang baik dianjurkan orang tua untuk menambah gerakan pada anak," terang Currimbhoy.

Dilansir dari Times of India, ada beberapa hal baik lainnya dari menambah gerakan pada si kecil antara lain:


menari
(Perkembangan otak si kecil terjadi dari saat pembuahan sampai anak berusia enam tahun. Ajak ia bergerak untuk tumbuh kembangnya. Foto: Pexels.com)
 

1. Musik memainkan peran penting

 
Belajar musik membantu dalam membangun materi abu-abu yang bertanggung jawab untuk menyerap dan mengolah informasi serta koneksi saraf baru di dalam otak, sehingga meningkatkan volume otak. 

Operator koneksi positif dapat membantu meningkatkan keterampilan intelektual dan emosi. Anak-anak yang secara teratur mendengarkan musik, memaknai musik sebagai media dalam menenangkan diri dan merasa aman saat mendengarkan musik. 
 

2. Peran tari dan musik dalam perkembangan otak anak

 
Penelitian mengatakan bahwa enam tahun pertama kehidupan anak sangat penting untuk perkembangan otak yang optimal. Belajar tarian mengajar anak-anak untuk berpindah dari satu langkah ke langkah berikutnya dan mengajarkan anak tentang keteraturan. 
 
"Anak kamu juga akan belajar untuk mengenali pola, pengakuan spasial, dan keterampilan mengambil keputusan yang semuanya didapatkan dari gerakan tarian. Anak akan mempraktikkan berpikir rasional setiap kali berlatih, sambil belajar bagaimana menghitung dan merencanakan pemikiran mereka ke depan untuk melakukan langkah tarian berikutnya," jelas Currimbhoy.
 

3. Cara anak mengerti alur tari dan musik

 
Ajaklah anak kamu sejak dini mendengarkan berbagai jenis musik dengan gerakan tarian sesuai dengan ritme musiknya atau mengikuti program musik dan tari untuk bayi dan anak. Peneliti telah menunjukkan bahwa bayi yang ikut dalam kelompok kegiatan musik dan tari dapat meningkatkan pembangunan sosial-emosionalnya. 


Amelia Debora
(TIN)