FAMILY

Peran Protein Hewani untuk Mencegah Stunting

A. Firdaus
Selasa 01 Februari 2022 / 17:10
Jakarta: Pemenuhan dan pemberian akses gizi berkualitas sangat penting untuk masyarakat luas. Sebab gizi yang berkualitas bisa menyelamatkan masa depan bangsa, yang dimulai dari keluarga.

Global Nutrition Report (GNR) tahun 2020 menunjukkan Indonesia mengalami triple burden masalah gizi, yaitu kekurangan gizi mikro, kekurangan makro, dan gizi lebih. Sementara analisis Fill the Nutrient Gap ( FNG ) yang dirilis pada November 2021 menunjukkan, setidaknya satu dari delapan orang Indonesia tidak mampu membeli makanan yang memenuhi kebutuhan gizi mereka.

Artinya pemenuhan gizi berkualitas dan pemberian akses terhadap gizi baik masih menjadi tantangan yang kita hadapi bersama saat ini. Guru besar Bidang Gizi Kesehatan Masyarakat sekaligus wakil ketua Pusat Kajian Gizi dan Kesheatan (PKGK) FKMUI, Prof. Dr. drg Sandra Fikawati, MPH, menyampaikan, dalam upaya pencegahan dan pengendalian stunting, protein hewani mutlak dibutuhkan.

Hal ini, menurut Prof. Fika, dikarenakan protein hewani memiliki kandungan asam amino esensial yang lengkap, yang berperan penting dalam proses pertumbuhan anak. Produk susu merupakan salah satu protein hewani yang dinilai paling efektif dalam menurunkan risiko stunting, dibandingkan dengan  jenis protein hewani lain seperti telur dan daging.

"Meski perlu diingat, asupan protein hewani dan jenis makanan lain yang bervariasi tetap penting untuk dipenuhi," ucap Prof Fika saat Webinar Hari Gizi Nasional 2022 Frisian Flag Indonesia Bergerak Maju Bersama, Demi Pemenuhan Gizi Keluarga Indonesia, beberapa waktu lalu.

Tantangannya, ada stigma buruk yang membuat masyarakat enggan mengonsumsi susu, yaitu stigma bahwa susu adalah produk mahal. Padahal sudah banyak produk susu hadir dengan harga terjangkau dan bergizi baik.

"Salah satu keunggulan susu dibandingkan protein hewani lain adalah bentuknya yang cair sehingga mudah diasup oleh anak dan mudah disiapkan oleh ibu karena tidak memerlukan penanganan khusus," ujar Prof. Fika.
(FIR)