FAMILY

Program JA Personal Finance jadi Modal Penting Generasi Muda Atur Pendapatan Sendiri

A. Firdaus
Jumat 13 Mei 2022 / 19:11
Jakarta: Data Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menunjukkan terdapat 1,63 juta pelajar SMK yang lulus pada 2021, 57,49% di antaranya langsung bekerja dan 16,83% berwirausaha. Sayangnya, generasi muda yang baru memiliki pendapatan sendiri ini tidak dilengkapi dengan pengetahuan dan keterampilan pengelolaan keuangan yang memadai.

Hal ini tercermin dari indeks literasi keuangan mereka yang hanya mencapai 15,92%. Angka ini jauh di bawah rata-rata nasional sebesar 38,03%, bahkan menjadi kelompok usia dengan indeks literasi keuangan yang paling rendah.

Untuk itu, generasi muda harus meningkatkan kemampuan pengelolaan finansial mereka. Salah satunya mengikuti program edukasi keuangan seperti program edukasi literasi keuangan bertajuk JA Personal Finance yang diimplementasikan oleh Citibank N.A., Indonesia (Citi Indonesia) berkolaborasi dengan Prestasi Junior Indonesia (PJI).

Dalam program ini generasi muda belajar membuat keputusan finansial pribadi dengan mengaplikasikan konsep dasar pengelolaan uang, yaitu memperoleh, membuat anggaran, menabung, membelanjakan, dan mengelola risiko. Di akhir pembelajaran, mereka ditantang untuk mengkampanyekan urgensi dan kiat pengelolaan keuangan bagi anak muda. Hasilnya, 51 kampanye literasi keuangan yang dipublikasikan menjangkau lebih dari 40 ribu akun di media sosial.

"Kami dengan bangga mendukung pelaksanaan program Personal Finance yang memberikan edukasi seputar finansial kepada generasi muda, khususnya dalam mengelola sumber daya keuangan yang dimiliki secara efektif dan berkelanjutan," ujar Country Head of Corporate Affairs Citi Indonesia, Puni A. Anjungsari.

"Kami percaya bahwa kecakapan keuangan yang lebih baik dapat meningkatkan kualitas keputusan dan pengelolaan finansial mereka dalam rangka mencapai kesejahteraan dan ketahanan keuangan," sambungnya.

Survei Katadata Insight Center menunjukkan bahwa, 59,4% generasi Z mengakui pengeluaran mereka lebih besar dibandingkan pendapatan. Hal ini disebabkan karena hanya 17,7% dari mereka yang membagi penghasilan ke dalam pos-pos kecil.

"Dalam program JA Personal Finance, para pelajar ditanamkan mengenai pentingnya menyusun anggaran keuangan bulanan dengan menempatkan tabungan sebagai prioritas dan kemudian mengalokasikan uang ke sejumlah pos pengeluaran yang dibutuhkan," ungkap Academic Advisor and Operations Counsel Prestasi Junior Indonesia, Robert Gardiner.

"Dengan membuat anggaran secara konsisten, mereka dapat memahami kondisi riil keuangan mereka sehingga termotivasi untuk berkomitmen membelanjakan uang sesuai anggaran demi menjaga keuangan mereka tetap sehat," pungkasnya.

Program JA Personal Finance memfasilitasi para pelajar untuk dapat menganalisis keterkaitan antara keputusan dan perilaku keuangan saat ini dengan tingkat kesejahteraan di masa depan. Berlangsung secara daring sejak bulan Februari 2022, setidaknya ada 300 pelajar yang ikut dari kelas 11 dan 12 dari SMKN 6 Jakarta, SMKN 15 Bandung, SMKN 9 Semarang, SMKN 8 Surabaya, dan SMK Bintang Persada Denpasar.
(FIR)