FAMILY

Tips Self-care untuk Anak Remaja

Kumara Anggita
Jumat 27 November 2020 / 11:48
Jakarta: Selain mengajarkan anak untuk membantu sesama, orang tua juga perlu untuk mengajarkan hal fundamental lainnya yaitu self-care atau perawatan diri. Hal ini diperlukan agar anak bisa menganggap self-care sebagai sesuatu yang wajar bukanlah keegoisan.

Namun pelajaran ini mungkin agak sulit diberikan pada anak remaja yang sudah suka asik sendiri. Untuk itu, Rininta Meyftanoria, M.Psi, Psikolog selaku Psikolog Klinis Anak membagikan tipsnya.

Menurutnya, untuk mengajarkan anak remaja sesuatu, orang tua perlu menjadi temannya terlebih dahulu. Ia menganjurkan orang tua untuk mengetahui apa yang disukai anak termasuk siapa idolanya saat ini.

“Untuk mendekatkan diri kepada remaja itu memang tricky, kita mencoba untuk menjadi teman mereka terlebih dahulu dan menggali kesukaan mereka untuk melakukan pendekatan tetapi jangan sok asik juga,” paparnya dalam Rompi di Aplikasi Orami Parenting dengan tema Pentingnya Self-Care terhadap Anak.


self-care remaja
(Masuki dunia remaja dengan cara mengetahui apa saja kesukaannya atau idola mereka. Hal ini menurut psikolog Rininta Meyftanoria agar lebih mudah berkomunikasi. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)


“Kita bisa juga membangun self-care dengan mengaitkan cerita tentang idol mereka saat itu. Misalkan mereka mengagumi artis Maudy Ayunda, bisa diajak diskusi juga kenapa Maudy bisa sampai sesukses itu. Karena Maudy dapat menyeimbangkan dirinya antara kegiatan akademis dan non-akademis,” lanjutnya.

Ingatkan pada anak bahwa hidup remaja tidak melulu tentang belajar. Keseimbangan adalah kunci kesehatan, pastikan anak melakukan hal-hal lain yang menyenangkan dan juga membangun.

“Ia selalu diingatkan oleh ibunya untuk tidak melulu belajar, tetapi harus berusaha bersosialisasi dan merawat dirinya secara fisik, sering diajak berdiskusi sejak kecil jadi ketika berbeda pendapat, ia tidak menjadi anak yang rebellious (pemberontak) karena ruang untuk didengarkan sangat terbuka. Ia juga berusaha untuk meluangkan waktu berolahraga dan makan-makanan sehat agar dapat menjaga kesehatan badannya,” ujarnya.

Menurut Rininta, cara yang ‘ramah’ ini akan membuat anak lebih terbuka sehingga anak mau untuk menyerap informasi terkait self-care dengan baik.

“Yang terpenting dari pendekatan kepada remaja adalah dimulai dari kesukaan dan idol atau kegiatan yang mereka impikan. Itu lebih mudah ketimbang kita memberikan instruksi dan memerintah saja,” pungkasnya.
(TIN)