FAMILY

Cara Meningkatkan Kegemaran Membaca pada Anak

Raka Lestari
Sabtu 03 Oktober 2020 / 12:42
Jakarta: Membaca adalah inti dari pendidikan. Sayangnya budaya membaca di Indonesia masih sangat rendah. Data The Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) menunjukkan, budaya membaca di Indonesia termasuk yang paling rendah dari tahun ke tahun.

Reading is the heart of education. Anak yang tiap hari sekolah tapi tidak membaca, sebenarnya dia tidak mendapat pendidikan. Tidak ada gunanya guru berbicara dan mengajar setiap hari, karena dengan hanya mendangar maka anak-anak tidak mendapat pendidikan,” ujar Satria Dharma, penggiat literasi Indonesia sekaligus penggagas Gerakan Literasi Sekolah.

Dan untuk meningkatkan kegemaran membaca pada anak, menurut Satria caranya sangatlah mudah. “Bacakan mereka buku. Anak usia satu tahun jika dibacakan buku oleh orang tuanya akan bisa mengingat, meskipun mereka belum memahaminya,” ujar Satria dalam webinar “Manfaat Storytelling untuk Perkembangan Anak” di Jakarta, Rabu, 30 September 2020.

“Walaupun bukunya berbahasa Inggris pun mereka akan mendengarkan. Mungkin juga mereka belum memahaminya, tetapi ada yang nempel. Dan suatu saat nanti dia akan cari tahu sendiri. Dengan begitu juga menambah kosakata anak,” kata Satria.

Menurut Satria, jika orang tua membacakan buku untuk anak maka anak akan senang membaca di kemudian hari. “Untuk anak balita, jangan sia-siakan waktu untuk membacakan buku kepada anak karena itu merupakan investasi untuk anak,”ujarnya.

“Kalau kita memberikan barang untuk anak, kemungkinan bisa hilang tetapi kalau kita berinvestasi melalui buku mau dibaca 100 kali pun tidak akan hilang satu huruf pun. Kalau tidak ada uang untuk membeli buku, bisa ke perpustakaan dan membacakan buku untuk anak,”saran Satria.
 


Satria juga menekankan bahwa pada usia 5 tahun pertama kehidupan anak sangat penting untuk memperkenalkan kebiasaan membaca pada anak.

“Membaca adalah salah satu stimulasi untuk memaksimalkan perkembangan otak anak. Di negara-negara maju, minat baca sudah dimulai jauh sebelum mereka bisa membaca,” ujar  Eddy Hendry, Head of Early Childhood Education and Development Tanoto Foundation.

“Hasilnya, anak-anak yang suka membaca tidak memiliki kesulitan ketika bersekolah. Sebaliknya, anak yang tidak suka membaca ternyata dikaitkan dengan tingkat kriminalitas yang cenderung lebih tinggi ketika mereka dewasa,” tutup Eddy.
(YDH)