FAMILY

Jangan Diabaikan, Ini Gunanya Orang Tua Menanggapi Tangisan Bayi

A. Firdaus
Kamis 31 Maret 2022 / 12:30
Jakarta: Tangisan bayi terkadang membuat orang tua stres. Apalagi kamu merupakan ibu yang baru mempunyai anak. Tangisan bayi juga terkadang membuatmu panik, takut si bayi kenapa-kenapa.

Padahal, tangisan bayi merupakan aktivitas yang normal. Tangisan merupakan tanda bahwa bayi sedang merasa lapar, lelah, tidak nyaman, atau sakit. Terkadang pula, bayi menangis karena sedang butuh perhatian dan kasih sayang dari ibu.

"Balita atau anak yang lebih besar mungkin juga menangis karena frustrasi, sedih, atau marah. Menangis, merupakan satu-satunya perangkat komunikasi yang si kecil miliki untuk meminta pertolongan, sekaligus membantunya melepaskan ketegangan yang ia rasakan, terutama jika si kecil belum bisa berbicara," jelas dr. Yudhi Gejali, dokter sekaligus penekun akupunktur pediatrik (Shonihari) dalam peluncuran virtual produk My Baby Minyak Telon Plus Lavender 8 Jam Memberikan Solusi Agar #SiKecilTenangIbuTentram, Kamis 31 Maret 2022.

Menurut dr. Yudhi Gejali, menanggapi tangisan si kecil di awal kehidupannya ternyata penting untuk kesejahteraan, pembentukan sistem saraf yang sehat, dan pertumbuhan si kecil selanjutnya. Jika si kecil dibiarkan menangis kejer, dapat memungkinkan terjadinya perubahan fisiologis pada tubuh si kecil, seperti meningkatnya denyut jantung, tekanan darah, dan sel darah putih, menurunnya kadar oksigen, menghabiskan cadangan energi, juga mengaktifkan respon stress dengan peningkatan kadar kortisol.

"Bahkan apabila bayi menangis berkepanjangan, dapat menyebabkan aerophagia atau menelan udara yang dapat menyebabkan rasa sakit dan masalah dengan pencernaan,” ulas dr. Yudhi.



Karenanya, agar kerewelan si bayi tidak berdampak pada kesehatannya, penting bagi ibu mulai dengan memeriksa bahwa si kecil tidak sakit atau terluka. Caranya, orang tua harus mengetahui langkah yang tepat menenangkannya. Kemudian pastikan kenyamanan si kecil terpenuhi dengan menjaganya tetap kering, tetap hangat dan tidak kelaparan, serta mengoleskan minyak yang memiliki aroma lavender.

"Karena, kandungan aktif utama linalool (C10H18O) pada lavender dapat memberikan efek sedatif atau relaksasi untuk membantu menenangkan dan membuat tidur lelap, juga memiliki manfaat melindungi dari nyamuk," terang dr. Yudhi.

Dengan begitu, bayi akan merasa rileks dan tertidur dengan mudah sehabis ia melepaskan stres dengan menangis dan ditenangkan oleh ibu, dengan mengoleskan minyak dengan aroma lavender. Terlebih jika dioleskan di beberapa titik di tubuh si bayi, seperti pada lengan, punggung, dan dada untuk mengurangi kerewelannya.

"Bisa juga disertai dengan tekanan lembut pada bagian telinga, di antara alis, telapak kaki, serta perut untuk mengatasi kolik," pungkas dr. Yudhi.
(FIR)