FAMILY

3 Gejala Talasemia pada Anak

Kumara Anggita
Selasa 01 Juni 2021 / 18:18
Jakarta: Talasemia adalah penyakit turunan yang langka. Ini bisa dideteksi oleh dokter sejak anak di dalam kandungan atau kamu juga bisa melihatnya dari kondisi anak sehari-hari.

Menurut dr. Bambang Sudarmanto, Sp.A (K), MARS, Dokter spesialis Anak Konsultan Hematologi RS. Kariadi Semarang kelainan penyakit ini terletak pada tidak terbentuknya rantai hemoglobin di dalam darah. 

Anak yang menderita penyakit talassemia akan mengalami kekurangan kadar hemoglobin (Hb) yang disebut anemia.

Anemia ini dapat menyebabkan tubuh terutama organ-organ penting seperti otak, jantung, hati, ginjal dan yang lain akan kekurangan oksigen (hipoksia), karena hemoglobin berfungsi mengangkut oksigen yang dihirup ketika kita bernapas. 

“Akibatnya, tumbuh kembang anak akan terganggu, memengaruhi produktivitas belajar, bekerja dan kualitas hidupnya,” jelasnya dalam virtual media briefing dengan tema "Hidup Berdamai dengan Thalassemia" oleh Kalbe.
 

Menurut pemaparan Kalbe, ada beberapa gejala yang biasa dijumpai seperti:


1. Tampak pucat akibat penurunan kadar hemoglobin (Hb)
2. Terkadang terlihat kuning (ikterus) akibat pecahnya sel darah merah yang berat
3. Teraba benjolan pada perut saat memandikan anak

Pembesaran ini biasanya dijumpai pada organ limpa akibat kompensasi anemia kronik di mana limpa bekerja keras membantu tulang untuk membentuk sel darah merah. 


talasemia
(Beberapa tanda talasemia yaitu tampak pucat akibat penurunan kadar hemoglobin (Hb), dan terkadang terlihat kuning (ikterus). Foto: Ilustrasi/Freepik.com)
 

Pemeriksaan talasemia


Jika didapati adanya tanda dan gejala talasemia segera periksakan ke dokter untuk mendapat pemeriksaan sel darah merah untuk melihat adanya gambaran mikrositik hipokromik (sel darah merah dengan hemoglobin kurang dan berukuran kecil serta pucat), dan elektroforesis hemoglobin untuk mengetahui jenis hemoglobin pasien dan jumlahnya. 

Pemeriksaan lainnya juga dapat dianjurkan oleh dokter seperti analisis DNA untuk mengonfirmasi mutasi pada gen yang menghasilkan globin alfa dan beta, dan pemeriksaan besi untuk menyingkirkan kemungkinan anemia defisiensi besi. 
 

Ada pula tanda lain yang bisa dilihat seperti: 


1. Tampak pucat akibat penurunan kadar hemoglobin (Hb)
2. Terkadang terlihat kuning (ikterus) akibat pecahnya sel darah merah yang berat
3. Teraba benjolan pada perut saat memandikan anak

Pembesaran ini biasanya dijumpai pada organ limpa akibat kompensasi anemia kronik di mana limpa bekerja keras membantu tulang untuk membentuk sel darah merah. Untuk itu waspada talasemia dan lakukan deteksi sedini mungkin untuk pencegahannya.

(TIN)