FAMILY

Anak Butuh Belajar yang Terkurasi dengan Teknologi

A. Firdaus
Selasa 14 Juni 2022 / 17:21
Jakarta: Pendidikan adalah hal terpenting yang dapat diinvestasikan oleh orang tua bagi anak-anaknya. Inilah salah satu alasan mengapa selain memberikan pendidikan formal berbasis kurikulum di sekolah bagi anak, banyak orang tua masih berupaya mencari bentuk-bentuk aktivitas belajar dan permainan edukatif lainnya untuk mengoptimalkan potensi buah hati mereka.

"Banyak orang tua di Indonesia menginginkan yang terbaik untuk anak-anak mereka, dan banyak dari mereka masih kesulitan dalam membuat keputusan yang tepat untuk mengoptimalkan potensi anak-anak mereka," ujar Nico Smartanto, Co-founder Kiddo.id.

Untuk itu menurut Nico, diperlukan terobosan teknologi untuk membantu orang tua mengidentifikasi potensi anak-anak, sehingga mereka dapat membuat keputusan berdasarkan data untuk memilih pendidikan dan kegiatan belajar terbaik untuk mengembangkan potensi anak-anak mereka secara optimal.
 

Kegiatan belajar anak yang terkurasi dengan teknologi


Teknologi yang ada pada Kiddo.id, platform edukasi digital telah didukung oleh Stripe. Teknologi ini membantu orang tua mengurasi kegiatan belajar yang sesuai dengan kebutuhan anak mereka berdasarkan hasil penilaian secara online terhadap potensi dan bakat alami anak. Penilaian tersebut diadaptasi dari Daftar Periksa Perkembangan Anak dan Kecerdasan Ganda yang telah digunakan di banyak organisasi pendidikan.

Ada dua jenis tes penilaian yang tersedia, yakni tes sikap untuk anak di bawah 5 tahun dan tes bakat untuk anak usia 5 tahun ke atas. Tes tersebut tersedia gratis bagi orang tua yang telah mendaftar di platform Kiddo.id, dan mereka bisa mendapatkan hasilnya secara real-time.

"Berdasarkan hasil tes yang dilakukan, Kiddo.id akan mengurasi dan memberikan rekomendasi kegiatan belajar yang sesuai bagi anak mereka. Hal ini akan memudahkan orang tua dalam mengambil keputusan dan menentukan kelas terbaik yang sesuai dengan kebutuhan anak-anak
mereka," papar Nico.

Selain tes penilaian gratis, lokapasar ini juga menawarkan sistem berlangganan bagi pengguna yang ingin mengakses fitur-fitur konten premium, seperti video pembelajaran, materi-materi yang dapat diunduh, dan konsultasi dengan psikolog.

Saat ini, sudah ada lebih dari 1.000 merchant edukasi yang terdaftar di Kiddo.id, dengan menawarkan bimbingan untuk berbagai topik pembelajaran yang dapat dipilih orang tua untuk mendukung pendidikan anaknya, seperti kelas membaca, menulis, berhitung, kelas sensorik, Bahasa Inggris, Mandarin, dan mengaji.

Orang tua dapat mengakses jasa guru atau pengajar melalui platform ini dan melakukan pembayaran secara langsung di lokapasar tersebut. Untuk mendukung kelancaran bisnisnya, platform ini mengimplementasikan sistem pembayaran yang dibangun dengan solusi Stripe, perusahaan teknologi global yang membangun infrastruktur ekonomi untuk internet.

"Kebanyakan merchant penyedia layanan dan kegiatan belajar di Kiddo.id adalah UKM (usaha kecil dan menengah). Kerja sama dengan Stripe membantu kami memastikan proses pembayaran dari pelanggan dan kepada merchant melalui Kiddo.id berlangsung lancar dan aman," ujar Nico.

"Awalnya, Kiddo.id dimulai dengan tim yang sangat kecil. Karena itu, kami membutuhkan efisiensi dalam mengimplementasikan banyak hal, termasuk dalam mengintegrasikan sistem pembayaran. Dukungan infrastruktur pembayaran yang mumpuni seperti Stripe membantu kami mengalokasikan sumber daya kami yang kecil secara efektif dan lebih fokus pada inovasi dan pengembangan bisnis,” tutupnya.
(FIR)