FAMILY

Tips Pemilihan dan Pengolahan Makanan untuk Anak di Masa Pandemi

Raka Lestari
Kamis 19 November 2020 / 06:00
Jakarta: Pada era pandemi covid-19 saat ini, anak-anak berisiko mengalami gangguan kesehatan. Keadaan yang harus membuat anak di rumah saja dapat mengurangi waktu aktivitas fisik bagi anak dari yang biasanya aktif bermain dengan teman-temannya.

Tidak hanya itu, saat ini juga banyak kita temukan jenis-jenis makanan olahan yang dapat dibeli dengan mudah, yang menjadi solusi bagi sebagian orang tua untuk memberikan makanan kepada anak dengan mudah.

Menurut dr. Yoga Devaera, Sp. A (K), dokter spesialis anak konsultan gizi RSUI, terdapat potensi risiko terjadinya kontaminasi yang dapat menyebabkan keracunan dalam pengolahan makanan. Keracunan makanan seringkali tidak disadari oleh masyarakat, misalnya saat mengalami diare, justru kebanyakan orang merasa itu hal yang biasa dan bukan akibat makanan.

Dalam memilih makanan kemasan yang aman, dr. Yoga menjelaskan ada beberapa aspek yang harus diperhatikan bagi kita, sebagai konsumen dalam memilih makanan. Di antaranya yaitu jenis kemasan makanan, suhu penyimpanan, tanggal kedaluwarsa, jenis bahan tambahan pangan, serta komposisi dan label gizinya.

Dokter Yoga menyarankan untuk memilih makanan yang paling sedikit mengalami proses olahan. Makanan yang diolah secara sederhana memiliki densitas gizi yang lebih besar dan mengandung serat, vitamin, dan mineral yang lebih banyak dibanding makanan yang telah mengalami banyak proses pengolahan/ ultraprocessed food.

“Makanan jenis ini lebih rendah kandungan serat, vitamin, dan mineralnya serta memiliki kandungan lemak jenuh, gula, dan natrium yang tinggi,” ujar dr. Yoga.

Menurutnya, ada beberapa tips mempertahankan kandungan gizi makanan selama dimasak yaitu di antaranya:


1. Pilih bahan makanan yang segar.

2. Saat memasak sayur, cuci dahulu sayur baru kemudian dipotong, hal ini bertujuan untuk mempertahankan vitamin dalam sayur agar tidak larut dalam air.

3. Masak dengan sedikit air atau gunakan air rebusannya.

4. Masak dengan suhu rendah dalam waktu singkat (namun pastikan telah matang).

5. Tidak melakukan pemanasan berulang.
(FIR)