FAMILY

Sebanyak 50% Pria Tidak Mengetahui Disfungsi Ereksi

Sandra Odilifia
Rabu 28 Oktober 2020 / 12:16
Jakarta: Disfungsi seksual merupakan gangguan fisik atau psikologis yang membuat seseorang atau pasangannya kesulitan mencapai kepuasan seksual. Kondisi ini dapat terjadi pada seluruh kelompok umur, namun risikonya meningkat dengan bertambahnya usia.

Disfungsi seksual pria menjadi salah satu masalah yang kompleks, karena berbagai faktor dapat menyebabkan kondisi ini. Kurangnya pengetahuan atau kesadaran pria terhadap hal tersebut juga membuat masalah ini tidak pernah selesai.

"Ternyata, 50 persen pria itu enggak tahu tentang disfungsi ereksi, salah satu bentuk disfungsi seksual yang paling umum," kata Dr. dr. Nur Rasyid, SpU(K), dokter Urologi FKUI-RSCM dalam press conference Men's Health and Couple Well-being Clinic.

"Dari empat pasangan yang mengalami gangguan ereksi, hanya satu yang berbicara. Sementara, tiga lainnya memilih tak berbicara karena mungkin suaminya takut harga dirinya turun atau istrinya tidak ingin menyakiti perasaan suaminya," lanjutnya.

Hal ini membuat pasien seringkali datang ke dokter dalam kondisi berat serta berpengaruh signifikan dalam penurunan kualitas hidup akibat kecemasan, rasa malu, rasa bersalah, dan depresi. Bahkan, tak jarang, masalah seksual menjadi pencetus konflik dengan pasangan hidup.

Secara fisik, disfungsi seksual dapat disebabkan oleh kadar hormon testosteron yang rendah, obat-obatan antihipertensi atau antidepresan, gangguan pembuluh darah seperti hipertensi atau aterosklerosis, kerusakan saraf, merokok, dan alkohol.

Sementara, gangguan secara psikologis meliputi masalah pernikahan, hubungan interpersonal seperti kekhawatiran terhadap performa seksual, depresi dan rasa bersalah. Kemudian riwayat trauma seksual, stres pekerjaan dan rumah tangga juga bisa menjadi pemicunya.

Untuk meningkatkan kualitas hidup dan menjaga hubungan dengan pasangan, sebaiknya ketahui beberapa tipe disfungsi seksual pada pria berikut ini:

1. Disfungsi ereksi, yaitu kesulitan untuk mencapai atau mempertahankan ereksi.

2. Ejakulasi dini, yaitu waktu mencapai orgasme yang terlalu cepat.

3. Ejakulasi terlambat, yaitu waktu mencapai orgasme yang terlalu lambat atau tidak sama sekali.

4. Libido atau gairah rendah, yaitu penurunan minat terhadap hubungan seksual.

Jika merasakan gejala dan tanda-tanda disfungsi seksual, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke dokter bersama pasangan kamu ya!
(FIR)