FAMILY

Pelukan Membuat Anakmu Lebih Tangguh Hadapi Perundungan

Sandra Odilifia
Rabu 30 Desember 2020 / 08:00
Jakarta: Seberapa sering kamu memeluk sang buah hati? Faktanya, memeluk anak tidak bisa dianggap remeh lho! Pelukan mungkin bermanfaat bagi beberapa orang, tetapi sebenarnya sangat penting dalam perkembangan anak.

Saat kamu sedih atau kecewa, pelukan hangat bisa meredakan sebagian rasa sakit. Saat kamu bahagia, kamu ingin berbagi kegembiraan dengan memeluk orang lain. Jadi secara intuitif, kamu tahu bahwa pelukan itu baik.

Namun, seberapa penting pelukan bagi si buah hati? Melansir parentingforbrain, ternyata ada alasan ilmiah mengapa pelukan itu baik untuk kamu dan anak kamu. Pelukan selama 20 detik dapat membantu anak kamu tumbuh lebih pintar, lebih sehat, lebih bahagia, lebih tangguh, dan lebih dekat dengan kamu.

Saat lahir, sistem saraf anak belum cukup dewasa untuk mengatur emosinya sendiri. Dan kemudian, selama masa-masa sulit dan stres, tingkat adrenalin serta kortisol dilepaskan ke dalam tubuh dan otak.

Karena anak-anak belum belajar bagaimana cara mengatur emosi, stres dapat bertahan dalam tubuh anak-anak dalam waktu yang lama. Dengan begitu, ini akan berdampak pada kesehatan anak, baik secara fisik maupun mental.

Studi menunjukkan bahwa paparan hormon stres yang berlebihan dapat membahayakan sistem kekebalan anak yang mengakibatkan lebih banyak penyakit. Stres yang berlebihan juga memengaruhi memori dan kemampuan penalaran verbal di kemudian hari, serta dapat menyebabkan depresi saat anak tumbuh dewasa.

Oleh karena itu, pelukan memiliki peran penting karena memicu pelepasan oksitosin. Dengan begitu, pelukan dapat membantu anak mengatur emosinya. Tak hanya itu, dengan pelukan, kamu juga mengajarkan bagaimana seorang anak mengembangkan keterampilan mengontrol diri dan membangun ketahanan.

Pelukan juga membantu anak menjadi lebih tangguh dengan mengurangi dampak negatif dari konflik. Mengingat banyaknya masalah perundungan dalam pergaulan atau lingkungan sekolah pada anak.

Dalam sebuah penelitian, para peneliti dari Universitas Carnegie Mellon meneliti dampak pelukan pada paparan konflik. Sebanyak 404 orang diwawancarai setiap malam selama 14 hari berturut-turut tentang konflik dan pelukan yang mereka terima.

Hasilnya, peneliti menemukan bahwa ketika dihadapkan pada konflik, individu yang memiliki lebih banyak pelukan tidak terlalu kesal. Pelukan ternyata mampu memfasilitasi adaptasi positif terhadap konflik tersebut.

Kemampuan beradaptasi secara positif terhadap tantangan merupakan elemen penting dalam membangun ketahanan pada anak. Tentunya dibutuhkan peran keluarga supaya sang buah hati tidak mengalami kehancuran emosional. Jadi cobalah lebih sering untuk memeluk si kecil ya!
(FIR)