EXTERIOR

6 Jembatan Menakjubkan di Dunia

Gervin Nathaniel Purba
Senin 03 Agustus 2020 / 15:54

Jakarta: Jembatan menjadi alat penghubung antar dua wilayah yang terpisah. Ada yang terbuat dari bambu, kayu, hingga beton. Banyak jembatan tua yang dibangun ratusan tahun lalu, masih berdiri kokoh hingga saat ini. Bahkan, tak sedikit jembatan tersebut kerap dijadikan spot foto bagi wisatawan lantaran memiliki nilai sejarah yang tak lekang oleh waktu.

Dilansir dari Home and Decor, berikut enam jembatan yang paling menakjubkan di dunia, diantaranya:  

1. Khaju (Isfahan, Iran)

Jembatan sepanjang 133 meter ini dibangun pada saat budaya Persia berkembang. Bahkan, telah dibangun di atas jembatan yang lebih tua sekitar tahun 1650.

Khaju terdiri dari 23 lengkungan. Masing-masing dihiasi dengan ubin yang rumit. Karya seni asli sejak penciptaan jembatan lebih dari 350 tahun yang lalu masih terlihat. Secara arsitektur, jembatan ini dirancang untuk memfasilitasi iklim daerah kecil yang sejuk yang masih berfungsi hingga hari ini.

2. Merchant Square (Paddington Basin, London)

Jembatan yang dapat bergerak dengan sangat sederhana merupakan bagian dari desain yang menakjubkan. Merchant Square memiliki lebar 3 meter dari permukaan. Juga, memiliki mekanisme penopang yang memungkinkan bagian jembatan dinaikkan dari poros di satu sisi. Sehingga, memberikan tampilan seperti kipas Jepang tradisional ketika dinaikkan.

embed

(Jembatan Merchant Square di London saat dibuka tampak seperti kipas. Foto: Dok. Homeanddecor.com)

3. Chengyang (Liuzhou, Tiongkok)

Jembatan ini terdiri dari lima paviliun yang terletak di atas tiga dermaga batu. Jembatan ini juga dikenal sebagai jembatan angin dan hujan chengyang, karena pada dasarnya merupakan jalur tertutup dengan koridor, bangku, dan paviliun untuk memungkinkan orang berkumpul sambil terlindungi dari perubahan cuaca.

Jembatan yang dibangun pada 1916 ini memiliki panjang 64 meter dan berdiri 10 meter di atas sungai. Sebagian besar terbuat dari kayu. Tidak ada paku yang digunakan dalam konstruksi, hanya bergantung pada teknik pengerjaan kayu lokal lainnya.

4. Bonifacius (Bruges, Belgia)

Jembatan Bonifacius baru ada pada 1910. Meskipun arsitekturnya mungkin membodohi wisatawan, sehingga dianggap berasal dari abad pertengahan.

Terletak di tempat yang memesona, dikelilingi oleh Arents Courtyard dan Gruuthuse Palace. Sepenggal cerita rakyat kuno mengatakan bahwa orang pertama yang dilihatnya di sisi lain jembatan akan menjadi pasangan nikah.

embed

(Jembatan Chengyang di Tiongkok yang pembangunannya tidak menggunakan paku. Foto: Dok. Homeanddecor.com)

5. Webb (Melbourne, Australia)

Jembatan Webb yang melintasi Sungai Yarra adalah bagian infrastruktur yang dinamis. Jembatan ini terdiri dari dua bagian. Bagian sepanjang 145 meter dari Webb Dock Rail Bridge yang dimulai dari utara, dan yang bergabung dengan jalur penghubung baru sepanjang 80 meter di selatan.

Awalnya jalur tersebut merupakan jalur kereta api yang tidak dapat digunakan lagi ketika pembangunan dimulai lagi di daerah itu. Jembatan Webb telah dinominasikan untuk memenangkan sejumlah penghargaan arsitektur dan desain. Terbuat dari beton berpigmen dan jalinan baja interlacing, struktur ini dirancang untuk mewakili simpul antara utara dan selatan area dermaga Melbourne.

6. Kintai (Iwakuni, Prefektur Yamaguchi, Jepang)

Jembatan ini telah dibangun kembali dan direnovasi beberapa kali karena kondisi cuaca buruk. Pertama kali dibangun pada tahun 1673. Lalu, dihancurkan oleh angin topan pada 1950. Kemudian direkonstruksi kembali pada 1953.

Nama Kintai, konon diilhami oleh nishiki obi Jepang tradisional. Selempang yang dipakai dengan kimono, yang konon mirip dengan jembatan itu.


(yyy)

RELATED ARTICLE