COMMUNITY

Pagelaran Kebaya on The Street: Bukti Kaum Muda Cinta Budaya

Mia Vale
Rabu 10 November 2021 / 22:53
Jakarta: Layaknya batik, kebaya juga kerap dianggap busana untuk kaum wanita dewasa yang hanya bisa dikenakan saat menghadiri acara pernikahan atau acara resmi lainnya. Hal inilah yang mendorong sejumlah model remaja di Semarang, Jawa Tengah untuk melakukan pagelaran peragaan busana. 

Uniknya, pagelaran yang biasa disajikan di catwalk, kali ini justru diadakan di jalan raya. Ya, Komunitas Diajeng Junior menggelar peragaan busana bertema Kebaya on The Street. Para gadis muda ini ingin mengampanyekan kebaya sebagai busana warisan leluhur. Selain itu, mereka juga ingin mengajak anak muda untuk mulai memakai kebaya dalam berbagai aktivitas.

Dengan memanfaatkan lampu merah di tengah jalan raya, sejumlah model ini berlenggak-lenggok memperkenalkan busana kebaya kepada pengguna jalan, terutama kaim milenial yang sedang berhenti menunggu lampu merah. 


kebaya
(Awalnya sebelum tahun 1600, kebaya merupakan busana yang dipakai wanita Jawa, khususnya di daerah Yogyakarta dan Surakarta, Jawa Tengah. Seperti busana yang sering digunakan R.A Kartini adalah kebaya tradisi dari daerah Jawa Tengah. Foto: Ilustrasi/Unsplash.com)


Para model ingin memberikan gambaran bahwa kebaya tetap apik dan cantik untuk dikenakan oleh kaum remaja dan kaum muda dalam kondisi apa pun. 

Bagi mereka, kebaya tak kalah elegan dipakai dalam segala suasana. Apalagi saat ini, kebaya hadir dalam beragam motif cantik, sesuai degan perkembangan zaman. Bahkan bagi mereka, kebaya juga oke dikenakan, walau itu hanya untuk pergi ke mal, pusat perbelanjaan, atau sekadar berlibur.

"Fashion show ini untuk memperkenalkan kebaya kepada generasi muda. Karena saat ini, banyak kaum muda yang malu untuk mengenakannya. Mereka menganggap kebaya itu kuno. Padahal, tidak! Kebaya itu sangat trendi dan bisa dipakai ke mana saja," pungkas Heni Laila, salah satu model remaja yang ikut dalam pegelaran tersebut. 

Heni juga menekankan kepada kaum milenial lain agar bisa menunjukkan bahwa kebaya merupakan busana warisan budaya yang tidak akan punah dimakan oleh zaman. 
(TIN)