COMMUNITY

Gaet Lintas Generasi demi Memulihkan Bumi

A. Firdaus
Selasa 24 November 2020 / 15:58
Jakarta: Pandemi covid-19 merupakan salah satu contoh dampak krisis kesehatan yang ditimbulkan akibat rusaknya keseimbangan alam. Penyebab yang paling dekat dengan kehidupan kita dan tak disadari adalah, perilaku konsumtif serta pengelolaan limba rumah tangga dan elektronik.

"Kedua hal tersebut sebaiknya kita kelola dengan bijak dan bertanggung jawab. Kami prihatin dengan banyaknya sampah plastik hingga elektronik mengotori sungai, laut," ujar Tiza Mafita, Direktur Eksekutif Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik.

"Tidak hanya menciptakan bencana alam, namun juga polusi yang berimbas pada krisis kesehatan," sambungnya.

Tak hanya dari masalah lingkungan, Erwin Parengkuan selaku Founder dan CEO TALKINC, mengatakan kalau kita juga dihadapkan perkembangan teknologi yang menambah deretan tantangan bagi kehidupan sosial di masa mendatang. Seperti diketahui, saat ini terdapat tiga lapis generasi yakni Y, Z, dan A, dengan gaya komunikasi berbeda dipertemukan dalam platform media sosial.

“Kami mengajak pada semua lapisan generasi Y, Z dan A untuk bersama-sama hadapi tantangan ini dengan rasa saling memiliki dan menguatkan. Kami sadar bahwa setiap lapisan generasi memiliki cara dan gaya komunikasi berbeda yang disebabkan oleh beragam faktor. Untuk itu, mari kita manfaatkan teknologi melalui media sosial untuk bersama-sama menyadarkan, mengingatkan, dan berkomitmen untuk menjaga bumi kita bersama," ujar Erwin.

Dalam menghadapi tantangan ini, TALKINC menghimbau kepada seluruh lapisan generasi diharapkan mampu memanfaatkan perkembangan media sosial ke arah yang efektif, tidak judgemental dan edukatif.

Untuk itu, TALKINC bekerjasama dengan TikTok sebagai salah satu platform media sosial untuk bersama-sama menyuarakan pergerakan menyelamatkan bumi lintas generasi. Hal ini sejalan dengan tujuan TikTok untuk dapat menginspirasi dan mendorong generasi muda dalam memberikan dampak positif terhadap komunitas serta dunia.

Dalam kegiatannya nanti, TikTok juga mendorong konten creator untuk berkontribusi secara positif dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya isu lingkungan hidup.

Selain itu, TikTok dam TALKINC juga mengajak seluruh kalangan untuk turut berpartisipasi dalam mengikuti TikTok hashtag challenge dan TALKINC essay competition 300 kata mengenai Local Hero.

Konsep dari Local Hero adalah menceritakan tentang seseorang yang memberikan dampak positif terhadap lingkungan sekitarnya. Pemenang akan diumumkan pada akhir Desember 2020 melalui platform media sosial TALKINC.

“Untuk berkontribusi menyelamatkan bumi, mari sekarang mulai dari diri sendiri dengan menerapkan pola hidup ramah lingkungan dan penggunaan media sosial yang lebih positif, mengedukasi, menyadarkan dan mengajak lingkungan sekitar kita untuk bersama-sama mengembalikan keseimbangan alam dan kehidupan sosial sebelum semuanya terlambat,” tutup Erwin.
(FIR)