BEAUTY

Peduli Korban Pelecehan Seksual, Lip Serum Jiera Serukan Kampanye #It'sOkay

Yurike Budiman
Jumat 03 Desember 2021 / 17:05
Jakarta: Kasus pelecehan seksual belakangan ini menjadi sorotan di masyarakat. Kurangnya pengetahuan dan edukasi menjadi salah satu penyebab terjadinya pelecehan seksual. Terlebih, banyaknya fenomena 'victim blaming' yang terjadi, dengan menyalahkan korban pelecehan seksual. 

Melihat fenomena tersebut, brand skincare lokal, Jiera, menyerukan kampanye "It's Okay" dalam kemasan baru produk Lip Serum garapannya. Jiera menggandeng Human Initiative dengan tagline Simplicity of Beauty.

"Kami memilih Human Initiative, karena kami melihat bahwa Human Initiative sudah terpercaya dan berpengalaman dengan kasus-kasus pelecehan seksual," kata Enggar Banyu Biru selaku Chief Product Officer Jiera, di The Meet Market, PIK Avenue Mal, Kamis, 2 Desember 2021 malam. 

Kampanye ini dilakukan sejak 29 November hingga 5 Desember 2021 di PIK Avenue. Kegiatan ini sekaligus sebagai wadah untuk berbagi seputar tindakan sexual harassment di Indonesia.


jiera adalah
(Brand skincare lokal, Jiera, menyerukan kampanye "It's Okay" dalam kemasan baru produk Lip Serum garapannya. Foto: Dok. Medcom.id/Yurike Budiman)


Jiera berupaya untuk merangkul dan memberikan dukungan kepada para korban agar berani untuk berbicara, melaporkan dan mengambil pilihan-pilihan yang membuat mereka bertahan.

"Motivasi kami melakukan kampanye ini bermula ketika influencer atau dari tim kami membuat sebuah video endorsement yang di mana video tersebut hanya ingin menjelaskan cara tutorial dan efek penggunaan produk Jiera. Pada kenyataannya, video tersebut mendapat komentar-komentar negatif berupa pelecehan seksual secara verbal terhadap fisik. Maka dari itu kami berupaya mengangkat kasus ini agar lebih dapat dimengerti lebih luas," kata Enggar.

CEO Jiera, Teuku Mayoga mengatakan dengan adanya kampanye ini pihaknya berharap masyarakat dapat lebih menyadari nilai diri kita sebagai manusia. Terutama manusia yang berharga, dan tidak menyepelekan tindakan-tindakan pelecehan seksual, meski dalam bentuk verbal. 

"Kami juga berharap bisa merangkul orang-orang yang telah mengalami pelecehan seksual dengan menunjukkan bahwa mereka lebih dari apa yang mereka alami," kata Yoga.

(TIN)