BEAUTY

Serum Vitamin C Bisa Mengiritasi Kulit Sensitif?

Raka Lestari
Selasa 06 April 2021 / 12:00
Jakarta: Manfaat dari vitamin C sangat luas, tidak hanya untuk kesehatan tetapi juga sangat baik untuk kulit. Manfaat dari vitamin C untuk kulit diantaranya adalah sebagai antioksidan, mencerahkan hiperpigmentasi kulit, menyamarkan garis halus, hingga mencerahkan kulit.

Bagi mereka yang memiliki kulit sensitif dan reaktif, bentuk vitamin C tertentu dapat menyebabkan iritasi, yang menyebabkan kulit kering, pengelupasan, dan kemerahan. Meskipun begitu, bukan berarti kamu harus langsung membuang serum atau pelembap vitamin C yang kamu miliki.

Menurut pendiri Klur Lesley Thornton, hal tersebut bisa dijelaskan secara ilmiah. “Ini berkaitan dengan kandungan pH pada produk, kandungan pH pada kulit, dan hubungan antara keduanya,” jelas Thornton. 

“Bentuk vitamin C yang paling mungkin menyebabkan iritasi pada orang dengan kulit sensitif adalah asam L-askorbat (L-AA). Agar L-AA stabil dalam air, L-AA harus diformulasikan pada pH yang sangat rendah.”

“PH yang sangat asam ini menawarkan stabilitas formula maksimum, tetapi kompatibilitas kulit terbatas. Sehingga meningkatkan sifat pengelupasan dan melemahkan fungsi skin barrier, itulah sebabnya banyak jenis kulit sensitif dapat mengelupas, memerah, dan memiliki reaksi merugikan lainnya,” ujar Thornton.

Semakin kuat bentuk vitamin C, semakin membuat iritasi bagi mereka yang memiliki kulit sensitif. Faktor atau bahan lain yang mungkin tampak bermanfaat pada awalnya juga dapat memperkuat efeknya.

"Produk dengan persentase yang lebih tinggi mungkin akan lebih mengiritasi," kata Dr Kristina Goldenberg dari Goldenberg Dermatology. "Produk yang digabungkan dengan asam lain, seperti asam alfa hidroksi, bisa lebih mengiritasi."
 

Bagaimana cara mencegah iritasi?


“Dimungkinkan untuk memulai dengan konsentrasi vitamin C yang lebih rendah dan meningkatkannya secara perlahan,” kata dokter kulit dari SkinCeuticals, Dr Kim Nichols. 

“Saya menganjurkan agar orang mulai dengan serum yang memiliki konsentrasi vitamin C lebih rendah, seperti 10 persen, dan kemudian meningkat menjadi 15 hingga 20 persen serum seiring waktu saat kulit mereka terbiasa,” ujarnya.

“Selain itu, perlu diingat saat memperkenalkan produk perawatan kulit baru ke dalam rutinitas kulit harian, yang terbaik adalah memulai secara perlahan dengan melakukan uji tempel atau menerapkan dua hingga tiga kali seminggu pada awalnya,” tutup Nichols.
(TIN)